Tirakat Kiai Hasyim dan Pancasila

kiai hasyim

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari kelahiran Pancasila. Proses perumusan dasar negara ini bukan hal yang mudah. Sempat terjadi silang pendapat diantara para pendiri bangsa ini kala itu. Namun satu hal yang dilupakan adalah peran Kiai Hasyim Asy’ari dalam menyelesaikan perbedaan pendapat ini. Bahkan melakukan riyadhoh minta petunjuk pada Allah SWT. Akhirnya tirakat Kiai Hasyim  Asy’ari menyatakan bahwa Pancasila sejalan dengan nilai-nilai Islam.  

Seperti diketahui bahwa perbedaan pendapat itu terjadi ketika merumuskan sila pertama dimana tertera dalam Piagam Jakarta berbunyi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Setelah terjadi perdebatan yang panjang akhirnya Soekrano dengan tim sembilan tim memberikan waktu kepada kelompok-kelompok Islam untuk merumuskan mengenai sila Ketuhanan.  

Pada tanggal 22 Juni 1945 dihasilkan rumusan sila Ketuhanan yang akhirnya disepakati dengan kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa. Setelah itu poin agama yang menjadi garis persoalan selesai, namun Soekarno masih bimbang dan ingin apakah Pancasila sesuai dengan ajran Islam? Untuk itu Soekarno mennulis pesan yang kemudian diserahkan kepada Hadlratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Soekarno berharao agar Kiai HAsyim Asy’ari mencermati serta memeriksa kebenaran apakah Pancasila 1 Juni 1945 sudah sesuai dengan syariat dan nilai-nilai ajaran Islam. Pesan tersebut dibawa tim sembilan yang dipimpin langsung oleh KH Wahid Hasyim yang tak lain adalah putra Kiai HAsyim Asy’ari.

Setelah bertemu dengan KH Hasyim Asy’ari, rombongan menyampaikan maksud kedatangannya. Namun setelah mendegar penjelasn tersebut, Kiai Hasyim tidak langsung memberikan keputusan. Ternyata Sang Kiai terlebih dulu melakukan riyadhoh untuk minta petunjuk kepada Allah SWT. Kiai Hasyim melakukan tirakat. Menurut KH Ahmad Muwafiq, seorang dai kondang Yogyakarta seperti dikutip nu.or.id, Kiai Hasyim melakukan tirakat  dengan puasa tiga ghari. Selama puasa tersebut, beliau meng-khatam-kan Al-Qur’an dan membaca Al-Fatihah. Setiap membaca Al-Fatihah dan sampai pada ayat iya kana’ budu waiya kanasta’in, Kiai Hasyim mengulangnya hingga 350.000 kali. Kemudian, setelah puasa tiga hari, Kiai Hasyim Asy’ari melakukan shalat istikharah dua rakaat. Rakaat pertama beliau membaca Surat At-Taubah sebanyak 41 kali, sedangkan rakaat kedua membaca Surat Al-Kahfijuga sebanyak 41 kali. Kemudian beliau istirahat tidur. Sebelum tidur Kiai Hasyim Asy’ari membaca ayat terkahir dari Surat Al-Kahfi sebanyak 11 kali.

 Selang beberapa lama Kiai Hasyim Asy’ari memanggil KH Wahid Hasyim dan mengatakan bahwa Pancasila sudah betul secara syar’i sehingga apa yang tertulis dalam Piagam Jakarta (Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) perlu dihapus karena Ketuhanan Yang Maha Esa adalah prinsip ketauhidan dalam Islam.  Pun dengan sila-sila lainnya. Menurutnyaa Islam juga mencakup kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Itulah tirakat Kiai Hasyim Asy’ari terkait dengan rumusan Pancasila yang kemudian dijadikan sebagai dasar negara kita. Selamat hari Pancasila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain