Kisah Kurma Mbah Arwani

kiai arwani kudus

Mbah Arwani Kudus dikenal sebagai salah satu ulama yang mumpuni dalam ilmu al Quran. Selain itu dikenal pula sebagai seorang ulama tasawuf. Banyak kisah unik tentang kiai asal Kudus Jawa Tengah ini salah satunya adalah kisah kurma Mbah Arwani yang diambil dari Madinah dalam waktu yang sekejap.

Kisah ini berawal ketika guru tarekatnya yaitu Kiai Mansur menderita sakit. Gurunya itu dirawat di sebuah rumah sakit di kota Solo. Mendengar gurunya dirawat, Mbah Arwani berangkat ke Solo untuk menengoknya.

Setelah jumpa, gurunya meminta sesuatu kepada Mbah Arwani. “ Mbah Arwani saya ingin makan kurma hijau, apakah sampeyan bisa mencarikannya untukku,” pinta Kiai Manshur.

Mendengar permintaan itu, Mbah Arwani langsung menyanggupinya. Sejenak kemudian, Mbah Arwani  pamit keluar kamar dan tiba-tiba menghilang. Ternyata beliua langsung pergi ke Madinah al Munawarah. Di sana Mbah Arwani belanja kurma dan kemudian berziarah ke makam Rasulullah saw dan solat di masjid Nabawi.

Setelah solat beberapa rakaat dan selesai, Mbah Arwani dikejutkan dengan adanya  Mbah kiai Mansur  gurunya yang nampak dibelakangnya.   

“Selesai shalat langsung pulang, ya ?,” ujar Kiai Manshur

“ Iya , Mbah Yai, ” jawab Mbah Arwani.

Itulah sekelumit kisah kurma Mbah Kiai Arwani. Banyak kisah kisah lainnya dari kiai masyhur ini. KH. M. Beliau bernama lengkap Arawani Amin Said dan dilahirkan pada 5 September 1905 di kampung Kerjasan Kota Kudus Jawa Tengah. Beliau adalah putra dari pasangan H. Amin Said dan ibunya bernama Hj.Wanifah.

Pendidikannya dasarnya dimulai ketika menjadi siswa di Madrasah Mu’awanatul Muslimin, Kenepan, Kudus saat berumur 7 tahun. Madrasah ini adalah madrasah tertua yang ada di Kudus yang didirikan oleh Syarikat Islam (SI) pada tahun 1912.

Setelah beranjak remaja menerukan pendidikannya di berbagai pesantren dan berguru kepada para masyayikh. Setelah sudah semakin beranjak dewasa, akhirnya memutuskan untuk meneruskan ilmu agama Islam ke berbagai pesantren di tanah Jawa, seperti pondok Pesantren Jamsaren Solo, Tebuireng Jombang, Al Munawir Jogjakarta. Diantara para gurunya adalah KH. Abdullah Sajad (Kudus), KH. Imam Haramain (Kudus), KH. Ridhwan Asnawi (Kudus), KH. Hasyim Asy’ari (Jombang), KH. Muhammad Manshur (Solo), KH. M. Munawir (Yogyakarta) dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain