Pertemuan Sunyi Teungku Ibrahim Woyla

ibrahim woyla

Teungku Ibrahim Woyla dikenal sebagai ulama yang kharismatik. Beliau mempunyai banyak karomah dan cerita unik. Salah satunya pertemuan sunyi dengan Gus Dur.

Dikisahkan suatu hari Gus Dur atau KH Abdurahman Wahid pernah kedatangan tamu. Orangnya sudah sepuh dengan pakaian sederhana dan celana yang sering dipakai oleh penjual dawet. Tamu tersebut diantar oleh seorang aktivis dari Aceh.

Namun keanehan kemudian terjadi. Keduanya bersalaman. Gus Dur duduk di karpet, begitu juga tamunya tersebut. Namun tidak ada obrolan antara keduanya. Gus Dur tidur, begitu juga tamunya. Pertemuan sunyi itu berlangsung selama 15 menit. Setelah sama-sama terbangun, tamu sepuh tersebut langsung pamit.  

Seorang santri kemudian bertanya kepada Gus Dur, “Pak siapa beliau itu ?”

“Itu Waliyullah,” jawab Gus Dur

Santri iru kaget dan bertanya lagi “Apa ada wali lain seperti beliau, Pak?”

“Di sini tidak ada, namun di Sudan ada wali yang seperti itu,” jawab Gus Dur.

Tamu tersebut adalah Abu Ibrahim Woyla, seorang ulama kharismatik dari Aceh. Nama ini sangat dikenal di bumi Serambi Mekkah. Beliau dipandang sebagai seorang wali dan tokoh sufi dengan berbagai karomah yang melekat padanya.

Abu Ibrahim Woyla adalah seorang ulama pengembara yang berasal dari Aceh Barat. Di kalangan masyarakat Aceh, ia juga dikenal dengan nama Abu/Teungku Beurahim Keuramat. Ketika Abu Ibrahim Woyla meninggal, ribuan orang berkunjung untuk melayat selama 30 hari sebagai tanda bahwa ia sangat dihormati oleh masyarakat.

Abu Ibrahim Woyla dilahirkan pada tahun 1919 di Kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat. Beliau bernama lengkap Teungku Ibrahim bin Teungku Sulaiman bin Teungku Husen. Abu Ibrahim Woyla adalah tamatan Sekolah Rakyat (SR) yang kemudian menempuh pendidikan dayah atau pesantren selama hampir 25 tahun. Beliau dikenal sebagai seorang yang gemar menuntut ilmu. Ibrahim Woyla mengawali masa belajar ilmu agama kepada kepada salah seorang ulama besar Blangpidie yang Abu Syech T. Mahmud bin T. Ahmad Lhoknga atau yang dikenal dengan Abu Syech Mud Blangpidie. Abu Syech Mud sendiri dikenal ulama yang alim dan pengamal ilmu tasawuf. Kepadanya Ibrahim mengenyam pendidikan selama kurang lebih 12 tahun.

Selain juga pernah berguru kepada Abuya Syekh Muda Waly al-Khalidy, Abu Calang Muhammad Arsyad, Abu Adnan Mahmud Bakongan, Abuya Jailani Kota Fajar, Syekh Muhammad Bilal Yatim, Abu Jakfar Lailon, Abu Imam Syamsuddin, Abu Ghafar Lhoknga dan para ulama lainnya.  Adapun ilmu tarekatnya, Ibrahim Woyla berguru kepada Abuya Syekh Muda Waly al-Khalidy pada tahun 40an.

Ulama masyhur aceh ini  wafat 18 Juli 2009 pada usia 90 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla Induk, Aceh Barat. Hingga saat ini makamnya masih ramai dikunjungi para peziarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

iblis

Dialog Sufi dan Iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini. Ada dialog menarik ketika

kulit kentang

Sepuluh Manfaat Kulit Kentang

Kentang dikenal sebagai umbi-umbian yang kaya manfaat untuk tubuh. Selain menyehatkan , rasanya juga enak ketika direbus atau digoreng. Namun ternyata kulit kentang juga mempunyai