Kiai Ali Menyopiri Santrinya untuk Kuliah

kiai ali


Kiai Ali Maksum dikenal sangat dekat dengan santrinya. Mbah Ali begitu panggilan para santrinya juga punya cara jitu mengingatkan anak didiknya yang “nakal”. Salah satu kisahnya adalah ketika menyopiri santrinya untuk kuliah.  Santrinya itu tidak pernah ngaji dengan alasan sibuk di kampus.

Santri itu tiba-tiba dipanggil Kiai Ali. Hal ini tentu membuat dirinya terkejut. “Ada apa kiai memanggil saya,” katanya sambil gemetaran. Kiai Ali menjawab,” Hari ini lagi ada acara atau tidak ya?”

“ Tidak ada Pak Kiai,” jawabnya kebingunan .

“Kalau begitu, mari jalan-jalan denganku?” ajak Kiai Ali Maksum.

Santri itu tak kuasa menolak dan bertanya-tanya-tanya dalam hatinya. “Ini sebuah kehormatan” pikirnya. Namun hal tidak bisa terjadi Kiai Ali mengajak jalan-jalan santrinya itu dengan mobilnya dan Kiai Ali yang menyetir.  Hal ini membuat santri tersebut menjadi kikuk.  Ia hanya terdiam.

Sampai akhirnya santri memberanikan diri bertanya, “Pak Kiai, kita mau ke mana ya?”

“Mau ke kampus,”jawabnya.

“Kampus mana Kiai?,”

“Kampus IAIN Sunan Kalijaga,” ujar kiai Ali.

Jawaban tersebut membuat santri itu kaget. Ia nambah gemetar. Apa yang dilakukan gurunya itu membuatnya tersadar. Santri itu kebetulan seorang mahasiswa IAIN Sunan Kalijaga (saat itu belum UIN). Posisinya menjadi mahasiswa sering dijadikan alasan untuk membolos ngaji. Hal ini yang menbautnya  jarang di pondok dan ngaji. Padahal dirinya juga tidak kuliah, lebih banyak pada kegiatan organisasi kampus.

Lalu santri itu bertanya lagi, “Ini ada urusan apa ya Pak Kiai kok ke IAIN?”

“Ya untuk mengantar anakku paling ganteng dewe untuk kuliah to,” jawab Kiai Ali.

Santri itu tidak bisa apa-apa hanya pasrah. Itulah kisah Kiai Ali menyopiri santrinya untuk kuliah.

KH Ali Maksum adalah salah satu ulama kharismatik yang da di Indonesia. beliau adalah pengasuh pondok pesantren Krapyak Yogyakarta. Kiai Ali Maksum adalah putra seorang kiai besar dari daratan Jawa bagian utara, yakni KH Maksum, pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat Lasem, Jawa Tengah yang lahir 2 Maret 1915.

Diantara karya Kiai Ali adalah Hujjah Ahlussunnah Waljama’ah yang berisi tentang dalil dan penjelasan amaliah warga Nadhatul Ulama.

Sejak kecil, Ali sudah menunjukkan kepandaiannya di bidang ilmu alat yaitu nahwu dan shorof. Kecakapan di bidang ilmu alat membuat kiai satu ini dijuluki sebagai ‘munjid ‘berjalan. ‘Munjid’ merupakan salah satu kamus Bahasa Arab karya Louis Ma’luf dari Lebanon. Kiai Ali wafat Kamis malam 7 Desember/ 15 Jumadil Awwal 1898 dalam usia 74 tahun. Beliau dimakamkan di komplek pemakaman Dongkelan

1 thought on “Kiai Ali Menyopiri Santrinya untuk Kuliah”

  1. Pingback: Peluncuran Santri Siaga Jiwa Raga » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain