Terompah Wali Katum

wali katum

Nama Wali Katum tidak asing lagi bagi warga asli Kota Banjarmasin khususnya, dan masyarakat Kalimantan Selatan. Banyak kisahnya yang unik dan ajaib. Salah satunya terompah wali katum yang didapatkannya ketika menunaikan ibadah haji.

Dikisahkan pada musim haji, seseorang jamaah haji asal Hulu Sungai melihat seorang pria di Mekah yang berjalan sendirian. Jalannyapun aneh yaitu berjingkat-jingkat. Merasa penasaran ia mendekati pria tersebut. Setelah dilihat ternyata orang tersebut tidak tanpa terompah.

Lalu jamaah haji tersebut bertanya padanya,” Apakah kakinya sedang kepanasan  berjalan di padang pasir?”

” Tidak,” jawabnya singkat. Setelah itu keduanya berkenalan. Ia bertanya kepada pria yang tidak memakai alas kaki itu tentang siapa namanya dan tinggal dimana.  Pria tadi menjawab bahwa namanya adalah Muhammad Ramli dan tinggal di Tebu Darat, Hulu Sungai Tengah. Lalu diberikan pria tersebut sepasang terompah kepadanya.

Setelah selesai menunaikan ibadah haji, sang jamaah haji ingin sekali bersua dengan kenalannya. Iapun lalu pergi ke Tebu Darat. sesampainya di sana dirinya kemudian menanyakan tentang kenalannya itu. Namun warga desa mengatakan bahwa ada yang namanya Muhammad Ramli, tetapi tidak menunaikan ibadah haji. Karena penasaran iapun pergi ke rumah Muhammad Ramli.

Betapa kagetnya ketika bertemu. Ternyata pria yang bernama Muhammad Ramli seperti yang ditemuinya di Mekah. Bahkan terompah pemberiannya masih menggantung. Sejak saat itulah masyarakat sekitarnya menjadi tahu kalau Muhammad Ramli bukan orang sembarangan. Ia adalah seorang waliyullah.

 Itulah kisah terompah wali katum. Muhammad Ramli bernama lengkap Muhammad Ramli bin Anang Katutut. Di masa kecil beliau bernama Artum Ali.  Beliau selalu menutup diri dari orang lain dan suka menyendiri. Tak salah banyak aktivitas yang terekspos. Karena itulah di masyarakat beliau lebih dikenal dengan sebutan “ Wali Katum”.

Makam Muhammad Ramli atau wali katum ramai diziaraihi kaum muslimin hingga sekarang. Makamnya  terletak di desa Tabu Darat kecamatan Labuan Amas Selatan kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Gusti Muhammad Ramli atau (“Wali Katum”) wafat tanggal 24 Juni 1982 M bertepatan dengan tanggal 29 Sya’ban 1402 H pada usia sekitar 70 tahun. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

iblis

Dialog Sufi dan Iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini. Ada dialog menarik ketika

kulit kentang

Sepuluh Manfaat Kulit Kentang

Kentang dikenal sebagai umbi-umbian yang kaya manfaat untuk tubuh. Selain menyehatkan , rasanya juga enak ketika direbus atau digoreng. Namun ternyata kulit kentang juga mempunyai