Kiai Asnawi Berhadapan dengan Tiga Orang yang Mengujinya

kiai asnawi

Kiai Asnawi Banten dikenal sebagai seorang waliyullah. Banyak karomah Kiai Asnawi disaksikan oleh para murid maupun masyarakat. Diantara keluarbiasannya itu salah satunya saat ditantang oleh tiga orang kiai yang datang ke untuk mengujinya.

Dikisahkan sebelum berangkat ket tempat Kiai Asnawi, ketiga kiai itu masing-masing menyiapkan 50 pertanyaan yang disusun dalam satu buku. Mereka kemudin berangkat ke Kiai Asnawi, yang kebetulan sedang mengisi pengajian. Ketiga kiai itu menunggu hingga selesai.

Setelah itu mereka bertemu dengan Kiai Asnawi. Setelah berbicara sejenak, akhirnya mulailah salah satu diantara ketiga kiai itu ingin mengujinya. Salah satu diantaranya kemudian membuka buku yang telah diisi dengan 50 pertanyaan. Namun ketika membuka buku tersebut, betapa kagetnya. Dalam buku tersebut tidak ada coretan pertanyaan apapun alias kosong.

Melihat ketiga tamunya kaget, Kiai Asnawi hanya tersenyum. Beliau kemudian membahas dan menjawab pertanyaan yang ada dalam buku tersebut. Mendengar jawaban Kiai Asnawi ketiga amlu dan menundukkan kepalanya. Mereka kemudian sadar akan derajat kewalian Kiai Asnawi Caringin ini. Itulah salah satu karomah Kiai Asnawi.

Kiai Asnawi atau lebih dikenal dengan nama Syekh Asnawi Caringin adalah salah satu ulama kharismatik di Banten. Beliau putra dari pasangan K.H. Abdurrahman dan Nyai Hj. Rt. Sabi’ah. Masa kecilnya mendapatkan gemblengan langsung ilmu agama dari ayahnya. Pada umur 11 tahun bahkan telah mampu menghafalkan Al Quran dan menguasai cabang-cabang ilmu agama.

Tahun 1862 pergi menimba ilmu di Mekkah Al Mukaromah. Beliau menjadi santri dari Syekh Nawawi Banten, syekh Hasbullah al A’ma, Syekh Ahmad Khatib as Sambasi, hingga kepada syekh Abdul Hamid Al Maki. Tercatat pula pernah menjadi murid syekh Abdul Karim al Bantani.

Pada tahun 1965 beliau pulang ke tanah air. Kiparahnya dalam pendidikan agama mulai dirintis dengan mendirikan majsi dan madrasah. Tidak hanya itu karomah Kiai Asnawi yang masyhur. perjuangannya dengan melawan penjajah adalah salah satu bukti akan perjuangannya terhadap kemerdekaan. Kiai Asnawi adalah aktor utama pemberontakan petani di Banten tahun 1888. Akibatnya Kiai Asnawi ditahan oleh penjajah di Tanah Abang dan diasingkan ke Cianjur.

Kiai Asnawi wafat pada 1937dan dimakamkan di dekat masjid yang ia bangun, Masjid Caringin. Sampai sekarang makamnya tak pernah sepi dari para peziarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

iblis

Dialog Sufi dan Iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini. Ada dialog menarik ketika

kulit kentang

Sepuluh Manfaat Kulit Kentang

Kentang dikenal sebagai umbi-umbian yang kaya manfaat untuk tubuh. Selain menyehatkan , rasanya juga enak ketika direbus atau digoreng. Namun ternyata kulit kentang juga mempunyai