Tentara yang Bingung Menjaga Puang Kali Taherong

puang

Puang Kali Taherong adalah ulama masyhur yang ada di Sinjai. Beliau dikenal sebagai waliyullah yang memilki banyak karomah. Salah satu kisahnya adalah tentara yang bingung ketika menjaganya.

Pada suatu masa di Sinjai diberlakukan jam malam.  Warga tidak boleh keluar rimah dari jam 8 hingga jam lima pagi. Aturan tersebut menjadikan aktifitas ibadah malam di masjid terganggu. Namun aturan ini dihiraukan KH.Muhammad Tahir atau Puang Kali Kaherong  

Karena ‘bandel’ rumah beliau kemudian dijaga oleh tentara. Mereka berpatroli di depan rumah hingga ke masjid. Hingga pada suatu hari tentara berniat menegurnya. Ia berjaga di depan dan ingin mencegat di depan rumah Puang untuk memberitahu soal ketentuan jam malam. Namun yang ditunggu-tunggu tidak kunjung menampakkan diri.   

Kemudian tentara itu pergi ke masjid. Ternyata Puang ada di dalam masjid sedang melaksanakan ibadah malam. Karena merasa kecolongan, tentara tersebut menunggunya sampai puang keluar masjid. Tapi setelah lama, ulama itu tak keluar dari masjid. Bahkan telah hilang.

Kaget bercampur heran, tentara itu kembali ke rumah Puang. Tak disangka saat sampe di rumah yang dituju, Puang telah ada depan rumah sambil memperilahkan tentara masuk. Tentara itu terkesima dia tidak punya alasan untuk memberi hukuman, sebab orang ingin ditegurnya malah menyambutnya dengan ramah. Terlebih lagi alasan pelanggarannya tidak terbukti.

Itulah salah satu karomah KH Muhammad Tahir. Ulama ini lahir di Sinjai pada tahun 1884, dan wafat pada 20 Agustus 1977 (93 Tahun). Nama Kecilnya Andi Muhammad Taherong, nama yang kemudian melekat padanya sebagai panggilan sehari-hari. Beliau adalah seorang keturunan bangsawan. Ketika masih muda yaitu 21 tahun diangkat menjadi jaksa di Sinjai. S

Namun jabatan itu ditinggalkannya dan melalukan “hijrah” dengan menekumi agama. Beliau kemudian memperdalam ilmu agama di beberapa pesantren, diantaranya pesantren KH. Abdul Razak, KH. Daeng Parau dan Imam Timurung. Merasa tidak cukup kemudian memutuskan untuk menempuh pendidikan di Makkah (Masjidil Haram) sampai tahun 1914.

Sepulang belajar dari Mekkah, Puang Kali Taherong mulai fokus membina pengajian kitab kuning di Masjid Nur Sinjai. Bahkan, sejumlah ulama ikut bergabung dalam pengajian tersebut. Hal inilah yang menjadikan kota Sinjai dikenal sebagai Bumi Panrita Kitta.  Kemudian dipercaya sebagai Kadhi Kerajaan Lamatti pada tahun 1923- 1951, di fase inilah kemudian Muhammad Tahir lebih akrab dipanggil Puang Kali Taherong. Beliau wafat 20 Agustus 1977.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain