Obor Api PON Kiai Ahmad Kendal

kiai ahmad

Kiai Ahmad Abdul Hamid Kendal dikenal ulama multitalenta. Beliau penggemar olahraga. Penyuka sepakbola dan maraton. Hobinya pada olahraga membuatnya pernah menjadi pembawa obor Pekan Olah Raga Nasional atau PON

Dikisahkan bahwa Kiai Ahmad Abdul Hamid pernah ditawari membawa api PON XI yang berlangsung di Jawa Tengah tahun 987, Tawaran tersebut langsung diiyakan Kiai Ahmad. Jadilah beliau membawa api tersebut dan berlari dari depan pendopo kabupaten Kendal sampai sejauh 1 km. padahal waktu itu usianya tidak muda lagi yaitu Jangan 72 tahun, Pengasuh Ponpes al-Hidayah Kendal itu masih sanggup lari jauh dan fotonya ketika membawa obor dimuat di harian Wawasan, 9 Mei 1987. Ulasan tersebut berjudul “KH Achmad Abdul Hamid, Kiai yang Olahragawan”.


Kiai Ahmad adalah kiai dengan banyak bakat. Selain seorang yang lihai bermain bola beliau juga dikenal penulis kitab yang produktif. Karya-karyanya telah banyak diterbitkan. Beliau lahir di kota Kendal pada tahun 1915 dan merupakan putra dari KH. Abdul Hamid. Sebagai putra seorang kiai, Ahmad menggeluti dunia pesantren sejak kecil. Tercatat beliau pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren Kasingan rembang pimpinan KH. Kholil bin KH. Harun selama dua tahun. Saat nyantri di pesantren ini, beliau membentuk klub sepak bola. Posisinya sebagai penyerang kala itu.

Kemudian menjadi santri di pondok pesantren Tebu Ireng Jombang yang pada waktu itu masih di pimpin langsung oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Pernah pula nyanti di pesantren Jamsaren Solo pimpinan KH. Idris. Kemudian ke pesantren Buntet Cirebon di bawah asuhan KH. Abbas. Sempat pula belajar di tanah suci Makkah selama dua tahun dan mengajar di Madrasah Indonesia pimpinan KH. Abdul Jalil Al Muqaddasi. Kiai Ahmad pernah juga menjadi Ketua MUI Jawa Tengah, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah. Kiai Achmad Abdul Hamid wafat pada 14 Februari 1998 bertepatan dengan 16 Syawal 1418 H dan dimakamkan di Grabag, Desa Langenharjo, Kecamatan Kendal.

“Tercatat beliau pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren Kasingan rembang pimpinan KH. Kholil bin KH. Harun selama dua tahun. Saat nyantri di pesantren ini, beliau membentuk klub sepak bola. Posisinya sebagai penyerang kala itu.”

Sebagai seorang penulis berikut adalah karya-karyanya : I’anatul Muhtaj fi Qisshati al-Isra’ wal Mi’raj., Risalatun Nisa’/ Risalah al-Huquq al-Zaujain, Tashilut Thariq. Kemudian kitab Fasholatan Jawa yang monumental karena terjual lebih dari 50 juta eksemplar sejak awal rilisnya pada 1953.


Kitab lainnta adalah Fasholatan Sunda, Sabilul Munji Fi Tarjamati Maulid al-Barzanji, Risalatus Shiyam. Kemudian buku berjudul Tuntunan Puasa, Terjemah Yasin, Waqi’ah dan al-Mulk, Primbon Tahlil, Manarul Jum’ah, Khutbah Jumat Pembangunan, Miftahud Da’wah Wat-Ta’lim, Surat Yasin dan Tahlil. Arab beserta terjemahan Indonesia., ‘Aqidah Ahlissunnah wal Jama’ah, Manasikul Hajji wal Umrah, Tuntunan Shalat, Tuntunan Menjadi Anak Soleh, Tarikh Nabi. Sirah Nabawiyah, Amalan Sehari-Hari, Risalah An-Nahdliyyah dan Risalah Sapu Jagat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain