Tawaran Raja Mesir untuk Kiai Ihsan Jampes

kiai ihsan

Sirajut Thalibin adalah salah satu kitab yang sangat populer. Kitab karya Kiai Ihsan Jampes sangat dikenal di mancanegara. Salah satunya di Mesir. Saking kagumnya dengan kitab ini, Raja Faruk kala itu meminta Kiai asal Kediri ini untuk mengajar di negerinya.


Pada tahun 1934, Raja Faruk dari Mesir meminta Kiai Ihsan mengajar di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Raja mengirim utusan ke rumah Kiai Ihsan yang ada di Dusun Jampes, Kediri, Jawa Timur. Tawaran tersebut dengan halus ditolak Kiai Ihsan dengan alasan ingin mengabdikan dirinya untuk warga pedesaan di sekitarnya melalui pendidikan Islam.

Apa yang dicita-citakan terwujud ketika tahun 1942 berhasil mendirikan madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Jampes dengan nama Madrasah Mufatihul Huda yang lebih dikenal dengan sebutan ‘MMH’ atau Madrasah Mufatihul Huda.

Kiai Ihsan adalah putra Kiai Dahlan yang lahir di dusun Putih, Gampegrejo, Kediri, Jawa Timur tahun 1901. Ayahnya merupakan putra dari Kiai Saleh, Bogor yang nasabnya bergaris kepada Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.
Sejak kecil Ihsan belajar pada oleh ayah dan neneknya di Pesantren Jampes, Kediri Jawa Timur. Setelah itu nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Jamsaren Solo, Pesantren KH. Khozin Bendo Pare Kediri, Pesantren KH. Ahmad Dahlan Semarang, Pesantren Mangkang Semarang, Pesantren Punduh Magelang, pesantren Gondanglegi Nganjuk, dan Pesantren Bangkalan Madura. Diantara gurunya adalah Kiai Salatiga, Kiai Khalil Bangkalan yang, dan Kiai Soleh Darat Semarang. Selain itu belajar kepada neneknya sendiri yaitu Nyai Isti’anah.

“Salah satunya kitab Siraaj al-Taallibin yang menjadi bacaan wajib mahasiswa pascasarjana di Mesir.”

Kiai Ihsan meninggalkan beberapa karya. Dan tidak sedikit karyanya populer baik di Nusantara maupun di luar negeri. Diantara karya-karya Kiai Ihsan Jampes adalah Tasriih al-Ibaarat, Siraaj al-Taallibin,Manaahij al-Imdaad, Irshaad al-Ikhwaan fi Bayaan ahkaam Shurb al-Qahwah wa al-Dukhaan, dan manuskrip lainnya.

Tidak sedikit karyanya menjadi kajian di beberapa perguruan tinggi dan pesantren. Salah satunya kitab Siraaj al-Taallibin yang menjadi bacaan wajib mahasiswa pascasarjana di Mesir. Kitab Siraaj al-Taallibin berisikan tentang pemikiran Kiai Ihsan dengan mengelaborasikan pemikiran Imam al-Ghazali. Kiai Ihsan wafat pada Tepat pada hari senin pukul 12 tanggal 25 Dzulhijjah 1371H atau 16 September 1952, KH.Ihsan dan dimakamkan di Jampes, Kediri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain