Ra Lilur Ulama Unik yang Kutu Buku

Suatu hari Ra Lilur, seorang ulama karismatik asal Madura memanggil ajudan kepercayaannya bernama H. Husni Madani. Ulama itu kemudian meminta Haji Husni menemaninya keliling Surabaya dengan menyewa mobil. Maka berangkatlah mereka keliling Surabaya.

Selanjutnya ada hal yang aneh. Ketika si sopir hendak mengisi bensin, Ra Lilur melarang. “Sudah tak usah isi bensin,” kata Ra Lilur. Di Kota Pahlawan kendaraan yang ditumpanginya melaju seharian tanpa mengisi bensin. Sepanjang jalan si sopir mengawasi jarum penunjuk bensin. Anehnya jarum itu tetap menunjukkan full tang alias masih terisi penuh.

Itulah salah satu karomah La Lilur. Bernama asli H. Kholilurrahman, dan merupakan cicit  cicit ulama besar Indonesia, KH Kholil Bin Abd Latief, atau Syaikhona Kholil Bangkalan Madura.  Ra Lilur merupakan putra bungsu dari pasangan Nyai Romlah dengan KH Sahrawi, Sampang.  Ra Lilur muda sudah mulai menampakkan pribadi yang berbeda. Apalagi setelah wafatnya KH Fahrurrozi kakak sulungnya. Ra Lilur terlihat sering menyendiri namun memunculkan banyak keistimewaan.

Belum ada informasi jelas tentang pendidikan Ra Lilur. Namun ada yang mengatakan pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan walau tidak lama. Disebutkan bahwa Ra Lilur memiliki ketajaman firasat dan  sudah masyhur di tengah-tengah masyarakat.

Semasa hidupnya, Ra Lilur menjalani hidup sufistik. Kesederhanaan dan sikapnya yang rendah hati menjadi teladan masyarakat. Namun dibalik keunikannya, Ra Lilur adalah seorang kutubuku Beliau bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk muthola’ah kitab. Bahkan saat bulan Ramadhan tiba busa semalaman berdzikir, membaca al Quran dan kitab.  

Meski dalam keseharian hanya memakai kaos singlet putih dan celana pendek hitam namun ketika  membaca kitab, beliau langsung berwudhu’, berbusana lengkap dengan sorbannya. Kemudian menghadap kiblat lantas mulai membaca kitab itu sampai khatam. Apa yang dilakukannya adalah wujud takzim dan  penghormatan terhadap ilmu yang begitu luar biasa.

Ra Lilur wafat Ra Lilur wafat di usia 83 tahun pada 10 April 2018. Pemakamannya dihadiri puluhan ribu orang yang menghantarkannya sampai peristirahatan terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain