Legenda Madrasah Mambaul Ulum

Madrasah Mambaul Ulum adalah salah satu pelopor madrasah era modern di Indonesia

Kota Solo tidak hanya dikenal dari keraton yang legendaris. Namun kota ini dikenal mempunyai salah satu pusat pendidikan Islam yang berusia tua. Adalah Madrasah Mambaul Ulum yang legendaris. Madrasah ini disebut sebagai salah satu pelopor dalam pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia.

Madrasah Mambaul Ulum berdiri pada 23 Juli 1905. Pendirinya adalah R. Hadipati Sosro Diningrat dan Raden Penghulu Tafsir Anom. Sedangkan gagasannya datang dari Pakubuwono IX. Pada mulanya Madrasah Mambaul Ulum mengadopsi pesantren dalam sistem pendidikannya. Seiring perkembangan zaman berubah.

Madrasah ini kemudian menggunakan sistem klasikal dalam unit-unit kelas. Di  Mambaul Ulum tidak hanya ilmu agama saja, tetapi juga ilmu umum seperti astronomi, aritmatika dan lain sebagainya.

Walaupun madrasah, Mambaul Ulum memiliki kekhususan. Apalagi jika dibandingkan dengan sekolah lain kala itu.  

Disebutkan perbedaan itu disebabkan Mambaul Ulum mempunyai dua tujuan. Pertama, sebagai lembaga pendidikan calon penghulu. Kedua sebagai tempat pendidikan kader guru, mubalig dan tenaga pergerakan Islam. Maka dari itu kelasnya dibuat secara khusus.

Kelas VI untuk magang pejabat agama di desa. Kelas IX untuk magang di kantor urusan agama kecamatan. Sedangkan kelas XI untuk magang sebagai penghulu di kabupaten. Masa pendidikannya berlangsung selama 12 tahun.

Dalam sejarahnya Madrasah Mambaul Ulum ktidak bisa dipisahkan dari Pondok pesantren Jamsaren. Hal ini disebabkan para murid Mambaul Ulum banyak merangkap belajar di pondok tersebut. Bahkan KH Idris pendiri Pesantren Jamsaren  menjadi salah satu  pengelola Mambaul Ulum.

Pada mulanya Mambaul Ulum dipimpin oleh Kiai Arfah. Pada tahun 1918, KH Muhammad Adnan menggantikannya, setelah menuntut ilmu di Mekah. Pada tahun 1919 gantian KH Jumhur memimpin hingga 1946 dan diganti oleh KH A Jalil Zamakhsyari. Di masa kejayaannya mempunyai murid 700 dengan 18 tenaga pengajar. Ada 10 guru tua atau mualim dan 8 guru muda atau mudaris.

Salah satu keberhasilan Mambaul Ulum adalah anak didiknya. Hampir 50 persen pejabat penghulu di Jaw dan madura pada zaman penjajahan Jepang adalah alumni Amambaul Ulum.

Bahkan banyak tokoh Menteri Agama Republik Indonesia yaitu KH Masykur, KH Syaifuddin Zuhri dan Dr. Munawir Syadzali, KH Syukri Ghazali, Ahmad Baiquni adalah lulusan madrasah tersebut. Sekarang madrasah mambaul ulum telah berganti menjadi Madrasah Aliyan Negeri 2 Surakarta.          

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang