Koin Emas Kuno Ditemukan Dekat Masjidil Aqsa

Penemuan arkeologi langka terjadi didekat Masjidil Aqsa. Para peneliti itu menemukan koin emas yang diduga berasal dari periode Daulah Abasyiyah 1.100 tahun lalu. Ada 450 koin emas yang ditemukan dalam kondisi yang sangatbaik.

“Ini adalah pertama kalinya kami menemukan harta karun semacam ini dalam lima puluh tahun. Penemuan terjadi  setelah para arkeolog yang menggali di dekat Tembok Barat di kota tua Yerusalem,” kata Kamil Sari, kepala kantor wilayah utara Otoritas Barang Antik Israel yang dilansir laman arabnews.com

Selanjutnya Sari menyebutkan bahwa sebagian uang logam itu terbuat dari emas murni, bertanggal 946 M. Beberapa dicetak di kota Ramleh, dan yang lainnya dicetak di Kairo. Pejabat arkeologi yang berbasis di Haifa mengatakan bahwa sebulan yang lalu lebih banyak koin dari periode Islam ditemukan.

Sementara itu Associated Press (AP) mengutip Robert Kool, seorang ahli koin, bahwa analisis awal menunjukkan tanggal koin dari akhir abad ke-9 yaitusebagai zaman keemasan Kekhalifahan Abbasiyah yang menguasai sebagian besar Timur Dekat dan Afrika Utara.

“Ini adalah penemuan penting karena membantu menerangi periode Abbasiyah yang oleh beberapa orang dianggap sebagai langkah mundur dalam peradaban setelahnya, ” ungkap Nazim Al-Jubeh, seorang arkeolog Palestina dan profesor sejarah dan arkeologi di Universitas Bir Zeit.

Disebutkan oleh Nazmi Al-Jubeh bahwa para arkeolog dari seluruh dunia, termasuk Israel, secara perlahan mengubah narasi tentang periode-periode keemasn Islam Abbasiyah, Umayyah, dan Ayyubiyah. “Sebelumnya para arkeolog telah mengklaim bahwa, karena mereka tidak memiliki monumen besar yang mewakili, itu berarti bahwa peradaban mereka tidak perlu dibicarakan.”

Al-Jubeh mengatakan bahwa penemuan terbaru, ditambah banyak penemuan beberapa tahun terakhir, telah menyebabkan sejarawan dan arkeolog merevisi teori mereka. Jumeh juga menambahkan bahwa koin yang ditemukan di tanah Palestina yang diduduki, harus dikembalikan ke Palestina sesuai hukum internasional.

Seorang sumber senior Yordania yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa Palestina dan Yordania setiap tahun mengirimkan laporan ke UNESCO. Mereka menuntut pengembalian semua penemuan arkeologi yang diambil dari wilayah pendudukan dan melanggar hukum internasional.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain