Sejarah Penghulu di Indonesia

penghulu

Sejarah penghulu di Indonesia sangatlah Panjang. Penghulu mempunyai peran unik dalam perkembangan Islam di Indonesia. Peran penghulu sangat penting . Tugas penghulu juga mengalami beberapa perubahan hingga sekarang.


Istilah penghulu juga bermacam-macam sesuai sesuai dengan daerahnya. Di daerah Sunda disebut penghulu, di Jawa dengan nama penghulu. Sedangkan di Madura disebut dengan pangoloh. Adapun di Minangkabau penghulu berarti kepala adat.

Penghulu Indonesia sebagai jabatan agama telah ada semenjak berabad-abad. Namun perkembangannya baru sempurna pada abad 19 dan 20. Adapun tingkatannya sesuai dengan kedudukan pejabat di pemerintahan, misalnya tingkat distrik atau kecamatan. Ada pula tingkat onderdistrik atau tingkat desa.

Pada tahun 1882 pemerintah Hindia Belanda mendirikan Pengadilan Agama atau Priesterraad. Penghulu pada waktu itu mengepalai Pengadilan Agama dengan dibantu paling banyak delapan anggota dan paling sedikit 3 anggota.


Pada tahun 1931, Pengadilan Agama berganti nama menjadi Pengadilan Penghulu. Saat itu penghulu merupakan hakim tunggal dengan dibantu dua orang anggota. Namun dalam catatan tidak pernah berjalan karena kondisi ekonomi yang buruk.

Pada tanggal 1 April 1937, penghulu priesterraad dibatasi ruang geraknya. Mereka hanya dibatasi mengurusi soal pernikahan, perceraian dan rujuk. Pada masa ini penghulu tidak mengurusi lagi soal warisan.

Sejarah penguhulu di Indonesia berubah tahun 1938, pemerintah Belanda mendirikan Hof voor Islamitiische Zaken atau pengadilan agama tingkat banding. Tugasnya sama yaitu mengurusi pernikahan, perceraian dan rujuk. Kemudian juga bertugas untuk mengambil sumpah orang-orang Islam yang diajukan ke pengadilan umum.


Tugas lainnya adalah memberikan penerangan tentang hukum Islam yang kemudian dikenal dengan sebutan mufti .

Selain itu juga bertugas sebagai kepala takmir masjid. Tugas kelima adalah mengawasi pendidikan Islam. Pada tahun 1905 pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan bahwa siapa saja yang ingin mengajar agama harus meminta surat izin tertulis kepada pemerintah setempat. Surat ini kemudian dicabut karena banyak diselewengkan dan dihapus tahun 1925.


Dengan adanya Departemen Agama 3 Januari 1946, maka penghulu menjadi bagian dalam struktur Direktorat Urusan Agama Islam. Tugasnya adalah menyelenggarakan bimbingan kepada masyarakat dibidang nikah, cerai, talak dan rujuk. Di tingkat kecamatan mereka bertugas di Kantor Urusan Agama atau KUA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain