Isyarat Kiai Kholil Tentang Berdirinya Nahdlatul Ulama

95 tahun nu

Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) tak lepas dari isyarat kiai Kholil berupa tasbih dan tongkat. Apa yang diberikan Kiai Kholil memantapkan Kiai Hasyim untuk mendirikan ormas keagamaan terbesar di dunia ini.


Dikisahkan pada tahun 1924 Kiai Hasyim Asy’ari dimintai persetujuannya oleh kelompok diskusi taswirul afkar pimpinan Kiai Wahab Chasbullah untuk mendirikan sebuah organisasi atau Jamiyah. Namun sebelum memutuskan kiai Hasyim terlebih dulu meminta waktu mohon petunjuk pada Allah SWT.


Setelah beberapa hari petunjuk tersebut belum datang, hingga Kiai Hasyim menjadi gundah gulana. Kegelisahan ini membuat beliau ingin berjumpa dengan salah satu gurunya, KH Kholil bin Abdul Latif di Bangkalan, Madura.


Ternyata Kiai Kholil sudah lebih dahulu sudah mengetahui kegelisahan muridnya tersebut. Beliau kemudian mengutus salah satu santrinya bernama As’ad untuk menemui KH Hasyim. Awalnya As’ad hanya diberikan amanah untuk menyerahkan tongkat kepada Kiai Hasyim di Tebuireng. Kiai Kholil juga menyuruh Asa’d untuk membaca Al Quran surat Thaha ayat 17-23 ketika bertemu dengan Kiai Hasyim.


Ketika sampai di Tebuireng,dan berjumpa dengan Kiai Hasyim, As’ad langsungmembaca ayat tersebut. Mendengar hal itu Kiai Hasyim langsung bergetar. “Keinginanku untuk membentuk jamiyah agaknya akan tercapai,” ujarnya sambil air matanya menetes.

As’ad atau KH As’ad Samsul Arifin kemudian dikenal sebagai ulama besar sekaligus tokoh NU dengan jabatan terakhir sebagai Dewan Penasihat (Musytasar) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama hingga akhir hayatnya


Namun kunjungan As’ad belum membuat Kiai Hasyim mantap mendirikan jamiyyah. Sehingga satu tahun kemudian As’ad kembali diutus Kiai Kholil. Kali ini diamanahi untuk menyampaikan sebuah tasbih dan harus membaca Ya Jabbar, Ya Qahhar selama perjalannya dari Bangkalan ke Tebuireng, Jombang.


“Kiai, saya diutus oleh Kiai Kholil untuk menyampaikan tasbih ini,” ucap As’ad ketika bertemu Kiai Hasyim sambil menunjukkan tasbih yang dikalungkan di lehernya. Kehadiran As’ad kedua inilah membuat Kiai Hasyim benar-benar mantap untuk mendirikan NU. Kiai Hasyim menangkap isyarat Kiai Kholil tidak keberatan untuk mendirikan organisasi jamiyyah.

Inilah jawaban dari doanya selama ini. Maka tepat pada tanggal 16 Rajab 1344 Hijriah atau 31 Januari 1926, Nahdlatul Ulama resmi berdiri. Kiai Hasyim dipercaya sebagai Rais Akbar pertama.

Nahdlatul Ulama saat ini sudah berusia 95 tahun. Organisasi masyarakat terbesar di dunia ini telah bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Berdasarkan riset yang dikeluarkan oleh lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 18-25 Februari 2019, NU adalah ormas terbesar di Indonesia. Hasil survei tersebut menetapkan ormas Nahdlatul Ulama (NU) pada posisi teratas dengan jumlah presentase 49,5%.


Nahdlatul Ulama menjadi ormas keagamaan dengan jumlah anggotanya lebih dari 100 juta umatnya. NU mempunyai 30 Pengurus Wilayah NU, 339 Pengurus Cabang NU, 2.630 MWC NU, 37.125 Ranting NU, dan 44 PCI di Luar Negeri.


Selahat hari lari Nahdaltul Ulama. 95 Tahun Nahdlatul Ulama : Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

qiraah

Ilmu Qiraah dan Asal Usulnya

Ilmu Qiraah atau ilmu yang membahas tentang cara pengucapan tiap kata dari al Quran ternyata mempunyai berbagai jalur penuturan. Meskipun berbeda-beda namun tetap mengacu pada