Sejarah Singkat Wudhu

wudhu

Wudhu adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam saat akan melaksanakan salat. Namun ternyata wudhu bukanlah ibadah yang dikhususkan untuk umat Islam. Umat nabi-nabi terdahulu juga melakukan wudhu. Bagaimana sebenarnya sejarah wudhu itu? Berikut ulasannya :

Dalam buku yang berjudul Risalah Wudhu karya KH Ihya’ Ulumiddin menyebutkan bahwa ada sebuah keterangan yang menyatakan wudhu ada sebelum Islam datang. Indikasi itu terletak kisah Juraij yang populer.

Disebutkan ketika Juraij mohon petunjuk  untuk mengetahui anak dari pezina yang dituduhkan kepadanya, Juraij melakukan solat dua rakaat setelah melakukan wudhu terlebih dahulu.

Maka dari itu wudhu termasuk kategori hukum umat terdahulu atau syar’u man qablana yang masih ada hingga kini. Hanya saja sekerang mempunyai nilai yang lebih tinggi bagi umat Nabi Muhammad SAW.   

Dalam sejarah Islam, wudhu mulai disyariatkan di Mekah satu setengah tahun sebelum hijrah. Hal tersebut bersamaan dengan turunnya perintah sholat saat peristiwa Isra’ Mi’raj.  Kala itu wudhu hanya dihukumi sebagai sunah. Hukum wudhu kemudian berubah menjadi wajib ketika di Madinah. Hal itu terjadi ketika turun surat al Maidah ayat 6

”Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

Kemudian saat peristiwa penaklukan kota Mekah atau Fathu Makkah, terjadi perubahan hukum wajib wudhu. Sebelumnya wudhu diwajibkan untuk sekali sholat menjadi beberapa kali sholat ketika tidak ada yang membatalkannya. Hal ini didasari sebuah peristiwa ketika Rasulullah SAW menjalankan sholat lima waktu hanya sekali wudhu.

Saat itu Sayidina Umar bertanya kepada Nabi SAW,” Ya Rasulullah sesungguhnya engkau melakukan sesuatu yang tak engkau lakukan sebelumnya.”Rasulullah SAW kemudian menjawab,” Sesungguhnya aku melakukan dengan sengaja wahai Umar.” (HR. Muslim)

Itulah sejarah wudhu yang hukum pelaksanaannya diturunkan dengan cara bertahap atau tadrij.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw