Batu Pijakan Nabi saat Mikraj

batu pijakan nabi

Hari ini kita memperingati Isra’ Mi’raj. Sebuah hari besar penting dalam sejarah Islam. Saat itu Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha. Tercatat dalam sejarah sebelum naik ke langit, Nabi terlebih dahulu singgah di Dome of The Rock atau Qubattus Sakhrakh. Di dalam tempat diyakini terdapat batu pijakan Nabi saat akan melakukan Mikraj.

Dome of The Rock ini dalam sejarah Islam sering disebut dengan kubatus sakhrah atau kubah batu. Bangunan masjid berbentuk persegi delapan dengan kubah emasnya ini  yang terletak di tengah kompleks Masjid Al Aqsha. Tempat ini sangat disucikan tidak hanya oleh umat Islam saja tetapi juga agama yahudi.

Menurut catatan bahwa Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691 Masehi. Di dalam kubah ini terdapat batu Ash-Shakhrah yang disucikan umat Islam dan Yahudi. Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj , diyakini Nabi Muhammad SAW menggunakan Batu Fondasi sebagai pijakan untuk naik langit. Batu yang sama juga menjadi titik tersuci bagi keyakinan umat Yahudi. Umat Yahudi percaya dan yakin  batu ini juga yang menjadi tempat Nabi Ibrahim hendak mengorbankan anaknya yang bernama Ishak. Batu ini bahkan pernah menjadi kiblat bagi umat Yahudi dan Islam sebelum akhirnya kiblat umat Islam berpindah ke Ka’bah.

Batu pijakan Nabi berukuran 56×42 kaki saat ini berada dalam kompleks masjid. Tidak hanya itu di dalam masjid terdapat gua segi empat yang luasnya 4,5×4,5 meter dan tingginya 1,5 meter. Masjid Qubatus Sakhrah mulai dibangun pada masa Khalifah Umar. Tak salah kalau masjid itu juga biasa dimanakan Masjid Umar.

Terletak di kompleks Baitul Muqaddis, Qubbat As-Sakhrah merupakan seni bangunan agung Islam pertama, Masjid ini mengalami perombakan besar besaran ketika zaman Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari dinasti Umayyah. Inilah masjid pertama yang menggunakan kubah dalam sejarah arsitektur Islam. Adapun arsiteknya adalah Raja’ bin Hayat dari Bitsan dan Yazid bin Salam dari Jerusalem.  

Bangunan masjid terdiri dari tiga tingkatan. Tingkatan pertama dan kedua tingginya mencapai 35,3 meter. Secara keseluruhan, tinggi masjid itu mencapai 39,3 meter. Pada ruang  Yana da didalamnya terdiri atas tiga koridor yang sejajar melingkari batu (sakhrah).  Di dalam masjid terdapat mihrab-mihrab besar yang  jumlahnya 13 buah. Pada masing-masing mihrab ada 104 mihrab kecil. Untuk memasukinya, ada empat pintu gerbang besar yang masing-masing dilengkapi atap. (Dari berbagai sumber)

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw