Lemang, Sajian Khas Ramadhan

Lemang adalah sajian khas ramadhan yang ada di berbagai wilayah Nusantara ini. Di Aceh, Sumatera Barat, hingga Pontianak, lemang adalah makanan yang digemari saat berbuka puasa. Makanan berbahan dari beras ketan ini adalah menu favorit dan banyak dijual menjadi takjil.

Khusus di Aceh, lemang dimasak dengan seruas bambu dengan berbahan beras ketan. Sebelumnya bahan tersebut digulung dengan menggunakan daun pisang. Adapun proses pembuatannya tergolong mudah.  Bahan bahannya selain beras ketan adalah santan, garam hingga bambu yang telah dipotong-potong.

Proses pembuatannya sangatlah mudah. Pertama-tama beras ketan direndam dengan santan. Setelah itu masukkan santan ke dalam batang bambu yang telah diberi daun pisang di dalamnya.  Setelah itu bakar di atas bara api. Adanya daun pisang dalam bambu agar ketan tidak menjadi lengket. Proses pembakaran ketan ini dilakukan hingga matang.  Aroma khasnya membuat lemang sangat menggoda selera. Apalagi kau dipotong kecil-kecil dan dihidangkan dengan kopi telor kocok khas Aceh, maka jadilah sesuatu hidangan yang ‘sempurna’.

Bagi masyarakat Indonesia di luar Aceh, penganan ini dikenal dalam beberapa nama, yang di antaranya adalah lomang (Batak), lemang (Melayu), dan lamang (Minangkabau). Yang tidak kalah unik adalah tradisi bakar lemang yang tersebar di banyak penjuru tanah air menjelang Ramadhan.

Banyak cerita tentang muasal bambu tradisi lemang ini yang berhubungan dengan Islam. Disebutkan bahwa  lemang berawal ketika Syekh Burhanuddin, ulama asal Pariaman  dakwah di pesisir Minangkabau untuk berdakwah menyiarkan agama Islam di wilayah tersebut. Menurut Tambo  atau kisah yang asal usul dan kejadian masa lalu yang terjadi di Minangkabau, saat itu Syekh Burhanuddin rajin bersilaturahmi ke rumah-rumah penduduk.

Pada kunjungan ke masyarakat, Syekh Burhanuddin selalu disuguhi makanan. Namun syekh Burhanuddin meragukan kehalalan makanan tersebut. Kemudian beliau menyarankan kepada setiap masyarakat yang dikunjunginya agar mencari bambu, lalu mengalasinya dengan daun pisang muda. Makan jadilah lemang bambu ini menjadi tradisi. Walaupun Islam sudah mulai berkembang, namun masih tetap tidak tahu

Awalnya Syekh Burhanuddin menggunakan beras biasa. Namun karena tidak tahan lama dan cepat basi diganti beras ketan. Memasak beras ketan ini menggunakan tungku pembakaran dengan menggunakan kayu bakar yang banyak.  Seiring berjalannya waktu, beras ketan dalam bambu ini dinamakan lemang atau lamang. Sampai saat ini lemang adalah sajian khas ramadhan dan menjadi favorit saat buka puasa.

1 thought on “Lemang, Sajian Khas Ramadhan”

  1. Pingback: Tips Memilih Asupan yang Tepat Saat Berbuka dan Sahur » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain