Tentang Tarekat Malmatiyah

dzikir

Tarekat adalah bagian dari dunia tasawuf. Tarekat merujuk pada kelompok-kelompok yang ada dalam dunia para pejalan ruhani. Di antara tarekat-tarekat yang ada di dunia, salah satunya adalah Tarekat Malmatiyah.

Memang di Indonesia, Tarekat Malmatiyah tidak begitu populer di Indonesia. Nama tarekat ini masih kalah dengan nama tarekat besar lainnya seperti Tarekat Naqsyahbandiyah, Tarekat Syadziliyah, Tarekat Syatariyah, Tarekat Qadiriyah dan lain sebagainya.

Tarekat Malmatiyah sendiri muasalnya berasal dari Iran. Tarekat ini berkembang pertama kali di Naisabur, Khurasan dan kemudian mendunia. Di Indonesia Tarekat Malamatiyah memang kurang dikenal jika dibandingkan dengan Tarekat Qodiriyah, Naqsyabahdiyah, Syadziliyah dan lain lain.    

Malamatiyah pertama kali ditulis oleh Abu Abdurahman al-Sulami pada abad ke-11. Ulama ini merupakan salah satu pengikut Tarekat Malamatiyah dan kesohor sebagai salah satu pembelanya.  Tarekat ini mulai berkembang pesat pada abad ke 3 H. Ada sebutan lain dari tarekat ini yaitu Tarekat Qusyariyah. Hal itu dinisbatkan kepada Syekh Hamdun bin Ahmad bin Amarah al-Qashar. Sebab lewat beliau tarekat Malamatiyah ini kemudian menyebar di berbagai belahan dunia.  Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa dari garis sanadnya Tarekat Malamatiyah disandarkan kepada Abu Hafs al-Haddad al-Malamati.

Menurut riwayat sanad Syekh Abu Hafs al-Haddad al-Malamati bersambung kepada Syaikh Syaqiq al-Balkhi dan kemudian kepada Ibrahim ibn Adhan bin Mansur bin Zaid bin Jabir bin Tsa’labah bin Ajali. Setalah itu terus bersambung kepada Hasan Basri hingga Saiyidina ‘Ali  sampai Nabi Muhammad SAW.

  1. Adapun dasar-dasar tarekat Malâmatiyah Syekh Abu Hafs al-Haddad al-Malamati adalah bagai berikut

2. Kaum yang mengisi waktu dengan beribadah kepada Allah SWT yang Haq;

3. Selalu menjaga sirrinya;

4. Mereka mencela diri sendiri ketika macam-macam ibadah yang dilakukan diketahui orang lain;

Mereka menampakkan perbuatan-perbuatan yang jelek dan menyimpan rapat-rapat kebaikannya sehingga orang lain mencelanya karena yang mereka lihat adalah perbuatan lahir semata;

Menurut Al Hujwiri, pengikut tarekat ini akan mencela diri sendiri jika orang lain mengetahui sisi batinnya. Hal ini ada benarnya sebagaimana pendapat Syekh Syihabuddin Abi Hafs Umar al-Suhrawardi yang mengatakan bahwa Malamatiyah bisa diartikan dengan orang-orang yang mengharapkan hinaan dan cacian terhadap diri sendiri.

Maksudnya adalah meyakini bahwa diri tidak memiliki bagian apapun di dunia ini secara mutlak, mereka merasa tenang dan bahagia ketika dicela karena mereka berkeyakinan bahwa dirinya sangat jelek, hal ini dilakukan untuk melawan tabiat nafsu yaitu suka pamer atau riya’, cinta dunia, jabatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw