Mihrab Masjid, Estetik Bentuknya dan Penting Fungsinya

mihrab

Setiap masjid hampir mempunyai mihrab. Adapun fungsi utama mihrab masjid adalah untuk tempat imam memimpin salat berjamaah. Dalam perkembangannya mihrab tidak hanya sebagai tempat imam tetapi bentuknya juga mempunyai nilai estetis.

Mihrab berasal dari bahasa Arab dan sering dimaknai dengan ceruk setengah lingkaran atau tempat kecil yang ada di dinding paling depan masjid atau musala untuk menunjukkan arah kiblat. Mihrab adalah tempat imam memimpin salat berjemaah.

Adapun secara bahasa mihrab mempunyai banyak arti. Ada juga yang mengaratikan sebagai gedung tinggi atau pagar. Para ulama memaknai mihrab juga lain lagi yaitu sebagai tempat untuk memerangi setan dan hawa nafsu. Pendapat ini didasarkan pada kesimpulan bahwa kata mihrab diambil dari kata ‘al harb’ yang artinya perang.  Para ulama kemudian memaknai dengan sebuah bagian masjid sebagai tempat menempa diri agar selalu ada dalam kebenaran.

Tentang muasalnya sendiri banyak ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa mihrab sudah ada sejak sebelum Nabi Muhammad saw, ada pula yang mengatakan bahwa ada sejak zaman sahabat. Menurut ahli hukum dari Baghdad, Abul Taiyib a-Tabari, mihrab sendiri adalah tradisi yang sudah ada sejak zaman Nabi Daud AS.

Apakah mihrab ada sejak zaman Nabi? Pernyataan ini memicu silang pendapat di beberapa ulama. Menurut Ibrahim Rafa’at Pasya, mihrab yang bentuknya seperti saat ini seperti saat dapat dipastikan tidak ada di zaman Nabi Muhammad SAW.  Ada yang berpendapat bahwa mihrab Masjid Nabawi baru ada di zaman Umar bin Abdul Azis saat menjadi gubernur Madinah. Sedangkan as-Suyuti menyebutkan  dalam kitabnya I’lan al-Adib bi Hudusi Bid’ah  al-Maharib yang menerangkan jika mihrab dalam Masjid Nabawi tidak ada pada era Nabi SAW dan para Khulafaur Rasyidin. Sementara sejarawan al-Maqrizi menyebutkan seorang gubernur pada pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan telah memerintahkan pembuatan mihrab dalam masjid di Mesir dengan bentuk atap lengkung (mihrab mujawwaf) seperti sekarang ini.

Mihrab sendiri dalam Al Quran disebut lima kali baik dalam bentuk jamak maupun tunggal yaitu dalam surat Ali Imran ayat 37 dan 39, surah Maryam ayat 11, surah Sad ayat 21, dan surah Saba ayat 13.

Kini mihrab adalah bagian tak terpisahkan dari masjid. Bentuknya pun berbagai macam tidak hanya melengkung. Ada beberapa arsitekturnya yang indah selain masjid Nabawi yaitu mihrab biru di Sahib-i Ata Mosque, Konya, Turki, masjid Sheikh Zayed Grand Mosque, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, masjid Saint Petersburg Mosque, Rusia, di Masjid Tashkent, Uzbekistan, di Grand Mosque, Sousse, Tunisia dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri mihrab terletak di ujung bangunan masjid di sebelah Barat. Di dalam mihrab biasanya terdapat mimbar untuk khotbah.  Selain itu di atasnya juga dihiasi lukisan kaligrafi ayat-ayat Al Quran maupun kalimat zikir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw