Masjid Bersejarah Sang Proklamator

Sebagai seorang arsitek, Bung Karno meninggalkan beberapa landmark di Indonesia.  Namun tidak hanya bangunan bersejarah megah, ada beberapa masjid yang pembangunannya terkait dengan sang proklamator ini. Jejak sejarah Bung Karno terdapat pada beberapa masjid di Indonesia.

 Masjid-masjid yang terkait dengan Bung Karno tersebut tidak hanya meninggalkan sejarah, tetapi juga ada yang menjadi ikonik. Salah satunya adalah masjid Istiqlal. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini adalah gagasan Bung Karno. Konon pemilihan tempat untuk Masjid Istiqlal membuat Bung Karno dan Bung Hatta berdebat.

Tidak hanya Masjid Istiqlal, Sang Proklamator meninggalkan jejak sejarahnya. Berikut adalah beberapa masjid yang ada ide gagasannya:

Pertama, Masjid Syuhada Yogyakarta. Masjid yang terletak di Kotabaru Yogyakarta ini dibangun Bung Karno untuk mengenang para pejuang yang gugur saat berperang melawan Jepang pada tahun 1945. Pada pembangunannya Bung Karno menyumbangkan uang RP. 100.000 tang kala itu nilainya sangat besar untuk membangun kubahnya. Masjid ini dibuka secara resmi pada 20 september 1952.

Kedua, Masjid Jamik di Bengkulu. Masjid ini merupakan salah satu karya arsitektur oleh Sang Proklamator saat diasingkan di Bengkulu. Corak arsitekturnya bergaya Jawa dan yaitu atap yang memiliki tiga lapis sebagai perlambang Iman, Islam, dan Ihsan. Mulanya Masjid Jamik Bengkulu merupakan sebuah bangunan kecil yang dikenal dengan ‘Surau Lamo’. Di awal abad ke-18, Masjid Jamik Bengkulu dipindahkan ke lokasi tempat masjid sekarang berdiri. Adapun biaya yang dikeluarkan saat itu berasal dari gotong royong masyarakat yang mengambil bahan bangunan dari Desa Air Dingin, Rejang Lebong, Bengkulu Utara.

Ketiga, Masjid Raudhatus Sa’adah, Sumatera Selatan. Masjid ini terletak di kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Disebutkan bahwa arsitek masjid ini adalah Sang Proklamator. Dikisahkan bahwa seorang tokoh sumatera Selatan bernama Pangeran Roes menemui Bung karno ketika diasingkan di Bengkulu. Saat pertemuan, Bung Karno memberikan gambar masjid.  Setelah itu pembangunan masjid dimulai. Prosesnya memakan waktu dua tahun yaitu 1938 hingga 1940.

Keempat, Masjid Salman. Masjid yang terletak di komplek Institut Teknologi Bandung ini namanya diberikan langsung oleh Bung Karno.  Nama Salman terinspirasi dari perjuangan sahabat rasulullah Saw yang bernama Salman Al Farisi. Sejarahnya dimulai pada tahun 1964 ketika delegasi mahasiswa ITB meminta Bung Karno menjadi dewan pelindung pendirian masjid di kampus tersebut. Sang Proklamator menerima usul tersebut bahkan memberikan nama masjid ITB itu dengan nama Salman.

Ada masjid lain selain masjid tersebut diatas. Diantara masjid lain yang namanya tidak bisa lepas dari jasa Bung Karno adalah Masjid Pesantren Persis di Jl. Perintis Kemerdekaan Bandung. Masjid tersebut dirancang sendiri oleh Bung Karno. Dan terakhir tentu saja Masjid Istiqlal Jakarta yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.  ( Dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

iblis

Dialog Sufi dan Iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini. Ada dialog menarik ketika

kulit kentang

Sepuluh Manfaat Kulit Kentang

Kentang dikenal sebagai umbi-umbian yang kaya manfaat untuk tubuh. Selain menyehatkan , rasanya juga enak ketika direbus atau digoreng. Namun ternyata kulit kentang juga mempunyai