Banat Suad Mahakarya Sastra Sahabat Nabi

solawat

Banat Suad adalah salah satu syair Arab yang melegenda. Sebuah mahakarya dari Kaab bin Zuhair. Salah satu isinya tentang kekagumannya pada Rasulullah saw.  Bahkan Zuhair diberi jubah oleh Rasulullah yang akhirnya puisi ini populer dengan nama kasidah burdah.  

Kasidah Banat Suad ini lahir ketika Kaab bin Zuhair datang kepada Rasulullah saw untuk bertaubat. Sebelumnya Zuhair adalah orang yang membenci Rasulullah dengan syair-syairnya. Kedatangannya di Madinah dan bertemu dengan Rasulullah saw menjadi titik baliknya.

” Lalu Nabi saw. kemudian membuka burdahnya (jubahnya) dan memberikannya kepada Kaab. Jubah itu terus berada pada keluarganya sampai kemudian dibeli oleh Muawiyah dengan harga dua puluh ribu dirham.  Lalu dibeli oleh Mansur al-Abbasi empat puluh ribu dirham. “

Ka’ab bin Zuhair adalah penyair mukhadramūn atau, para penyair Arab yang hidup pada masa Jahiliyah dan masa Islam dan mereka masuk Islam. Adapum bunyi syairnya sebagai berikut :

 Lalu ia membacakan kasidah yang sebagian berbunyi:

بانَت سُعادُ فَقَلبي اليَومَ مَتبولُ ** مُتَيَّمٌ إِثرَها لَم يُفدَ مَكبولُ

Su’ad berpisah jauh sekali, maka hatiku hari ini sedih, sakit karena cinta. Lemah lunglai tak mampu lepas dari ketertawanan dan belenggu.

وَما سُعادُ غَداةَ البَينِ إِذ رَحَلوا ** إِلّا أَغَنُّ غَضيضُ الطَرفِ مَكحولُ

Dan Su’ad di pagi hari pergi, ketika mereka pergi hanyalah suara erang rusa dan kedipan mata.

هَيفاءُ مُقبِلَةً عَجزاءُ مُدبِرَةً ** لا يُشتَكى قِصَرٌ مِنها وَلا طول

Pinggangnya indah berpantat besar, tidaklah ada aib, entah dia pendek atau tinggi.

تَجلو عَوارِضَ ذي ظَلمٍ إِذا اِبتَسَمَت ** كَأَنَّهُ مُنهَلٌ بِالراحِ مَعلولُ

Gigi-gigi tersingkap bila tersenyum, seakan sedang terus menerus meminum arak.

شُجَّت بِذي شَبَمٍ مِن ماءِ مَحنِيَةٍ ** صافٍ بِأَبطَحَ أَضحى وَهُوَ مَشمولُ

Bercampur dengan air dingin bening mengalir banyak yang diambil waktu dhuha dihembus angin utara

Lalu Nabi saw. kemudian membuka burdahnya (jubahnya) dan memberikannya kepada Kaab. Jubah itu terus berada pada keluarganya sampai kemudian dibeli oleh Muawiyah dengan dua puluh ribu dirham.  Lalu dibeli oleh Mansur al-Abbasi empat puluh ribu dirham.

Bachrum Bunyamin dosen satra Univeritas Islam Negeri, Sunan Kalijaga dalam tulisannya yang berjudul Pesan-pesan Qashidah Banat Suad karya Ka’ab bin Zuhar : Pujian yang Diungkapkan di Depan Nabi mengatakan bahwa ditinjau dari struktur karya sastra, puisi ini termasuk puisi Arab Klasik. Dari segi bentuknya, kasidah ini termasuk puisi konvensional, yang berlaku dalam perpuisian Arab Klasik, yaitu bait puisi Arab yang terdiri dari satu baris dibagi dua dengan persajakan akhir (qafiyah) yang sama, yaitu huruf Lam.  

Kasidah Banat Suad termasuk puisi Arab Lama. Sebagaimana diketahui bahwa Kaab bin Zuhair adalah penyair akhir pra Islam yang hidup sampai masa awal Islam. Pada masa jahiliyah Kaab bin Zuhair sudah terkenal sebagai penyair. Kasidah Banat Suad adalah karya Kaab bin Zuhair yang dapat dikatakan sebagai pemisah antara dia sebagai penyair jahiliyah dengan Islam. (Dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain