Maqam para Wali

wali kutub

Para wali adalah orang-orang terpilih yang mendapatkan tugas dari Allah SWT. Ada beberapa maqam atau tingkatan yang diberikan kepada kekasih Allah SWT tersebut dalam melaksanakan tugasnya.

Wali menurut orang sufi adalah orang yang selalu melanggengkan taat dan menjauhi kemaksiatan serta menghindar dari segala macam bentuk kesenangan. Sedangkan menurut ahli fiqih wali adalah seorang yang ‘adalah al batinah sebagaimana syarat-syarat yang telah disebutkan oleh ulama-ulama yang ahli fikih.

Adapun dasar-dasar disebut wali adalah sebagaimana disebutkan dalam surat Yunus ayat 62-64 yang berbunyi :

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

Adapun tingkatan para wali seperti dijelaskan dalam kitab Jami’ al Ushul fi al Auliya menyebutkan sebagai berikut :

Pertama, maqam khalifah na nubuwah. Maqam ini adalah untuk para ulama.  

Kedua, maqam khilafiah ar Risalah yaitu maqam untuk wali abdal. Adapun wali abdal adalah wali yang jumlahnya 7 saja. Mereka ditugasi Allah SWT untuk menjaga tujuh wilayah. Mereka diberi kekuasaannya sendiri-sendiri. Dinamakan wali abdal karena apabila wali abdal itu meninggalkan tempat kekuasaannya dan menghendaki di daerah tersebut karena pertimbangan kemaslahatan, maka wali abdal itu akan mengganti yang bentuknya sesuai dengannya. Bentuk itu adalah kondisi ruhaniyah wali abdal tersebut. Adapun amaliah wali abdal ada empat yaitu lapar, berjaga di malam hari, diam dan uzlah.

Ketiga, maqam khilafah ulul azmi yaitu maqam untuk wali autad. Wali autad adalah wali yang diberi tugas oleh Allah menjaga arah mata angin. Terkadang diantara mereka adalah wanita. Jumlahnya selalu empat orang.

Keempat adalah maqam ulil isthifai, yaitu maqam untuk wali qutub. Wali qutub adalah wali yang mengumpulkan semua ahwal dan maqomat secara asal dan menggantikan. Di setiap jumlahnya hanya ada satu. Diantara mereka ada yang mendapat kekuasaan dhohir dan batin.    

“Wali menurut orang sufi adalah orang yang selalu melanggengkan taat dan menjauhi kemaksiatan serta menghindar dari segala macam bentuk kesenangan.

Itulah maqomat para wali sebagaimana dinukil dari buku Sabilus Salikin terbitan Pondok Pesantren Ngalah. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain