Kitab-kitab Maulid yang Populer

kitab maulid

Bulan Rabiul Awwal menjadi bulan penuh berkah bagi umat Islam. Pada bulan ini umat Islam di seluruh dunia merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Salah satu ritual yang tidak pernah ditinggalkan adalah membaca kitab-kitab maulid yang berisi kisah dan pujian kepada Nabi saw.

Banyak ulama telah menulis sirah atau sejarah Nabi Muhammad saw. Diantara beberapa buku atau kitab klasik karangan ulama terdahulu menjadi bagian yang tidak bisa ditinggalkan dalam perayaan bulan Maulid. Diantara kitab-kitab maulid yang populer di Indonesia adalah Maulid al Barzanji, Maulid ad Dibai, Syaraful Anam, Simtud Durar, hingga Diayul Lami dan lain sebagainya. Kita-kitab klasik seolah-olah menjadi bacaan ‘wajib’ saat peringatan Maulid Nabi.    

Kitab Maulid al Barzanji merupakan karya Syekh Ja’far bin Husein bin Abd al-Karim al-Barzanji al-Madani (w. 1776 M). Kitab ini berisikan tentang kisah perjalanan Rasulullah saw, puji-pujian kepadanya, serta doa-doa. Sebetulnya kitab Maulid Barzanji memiliki nama khusus, yaitu ‘Iqdul Jauhar fî Maulidin Nabiyyil Azhar. Menurut Syekh Ja’far  kitab yang disusunnya itu  untuk meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad saw.

Kemudian Kitab Maulid ad Dibai. Kitab karya Imam Jalil Abd al-Rahman bin Ali al-Diba’i (w 1537 M) tidak kalah populer dengan Maulid al-Barzanji. Adapun Isi dari kitab ini adalah kisah tentang hal-ihwal Rasulullah saw mulai dari penciptaan, kehamilan sang ibunda, berbagai mukjizat dan karamah menjelang kelahirannya, sosok dan kepribadian, serta perjuangan dan dakwah beliau yang ditulis dengan bahasa sastra yang indah.

“Diantara kitab-kitab maulid yang populer di Indonesia adalah Maulid al Barzanji, Maulid ad Dibai, Syaraful Anam, Simtud Durar, hingga Diayul Lami dan lain sebagainya. Kita-kitab klasik seolah-olah menjadi bacaan ‘wajib’ saat peringatan Maulid Nabi Muhammad saw”    

Selain itu, ada pula Maulid ‘Adzab karya Syekh Muhammad al-‘Adzab. Bisa dibilang kitab Maulid ini kurang populer di Indonesia dan merupakan yang paling sederhana di antara kitab-kitab Maulid yang disebut sebelumnya. Kitab ini ditulis dalam bentuk susunan syair- syair puisi (nazham), sementara kitab Maulid lain ditulis dalam bentuk prosa (natsar). Disebutkan bahwa kitab Maulid ‘Azab kemungkinan besar dibawa ke Indonesia oleh Habib Utsman Bin Yahya, Mufti Betawi. Sebab jika melihat sanad, Habib Utsman merupakan murid ilmu qira’at Syeikh Muhammad Al-‘Azab.

Kitab Maulid selanjutnya adalah kitab Maulid Syaraful Anam karya Syaikh Idris al-Barzanji. Namun ada perdebatan siapa sesungguhnya yang mengarang kitab ini. Ada yang menyebut kitab Syarif al Anam ini adalah karya Ibnu Al Jauzi. Beliau adalah seorang yang sangat teliti dan ketat dalam menyeleksi hadits-hadits Rasulullah SAW. Akibatnya banyak kritikus hadits yang tak percaya bahwa kitab Maulid Syaraf Al-Anam merupakan karangan beliau. Kitab Maulid Syaraf Al-Anam disebut sebagai kitab Maulid yang paling tua.

Maulid Simthud Durar atau populer dengan Maulid al-Habsyi. Ki karya Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi (w. 1954 M). Isi kitab ini adalah kisah hidup, akhlak, dan puji-pujian untuk baginda Rasullullah saw.  Kitab Simthud Durar sangat populer di kalangan muhibbin.  Menurut beberapa sumber kitab Simthud Durar sampai ke Indonesia melalui dua jalur, pertama jalur murid dan yang kedua jalur keluarga. Dari jalur murid adalah Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang. Dari Kwitang inilah kitab Maulid Simthud Durar kemudian dikenal secara luas oleh umat Islam Indonesia.

Kitab Maulid yang paling mutakhir adalah kitab Maulid ad Diyaul Lami’ karya Habib Umar Bin Hafidz. Seperti kitab Maulid lainnya kitab Maulid Ad-Diyaul Lami’ adalah berisi pujian dan sejarah yang mengisahkan kehidupan Rasulullah saw.  Isi kitab ini menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW dan seharusnya menjadi panutan atau patokan kemuliaan sifat yang harus ditiru. Di dalamnya terdapat nilai pendidikan akhlak yang berbanding lurus dengan Al-Qur’an dan Al-Hadis yang dapat membangun moral remaja dan mencetak generasi muda yang berakhlak mulia.

Itulah beberapa kitab-kitab Maulid yang populer di Indonesia. Semoga membacanya diberi keberkahan di bulan mulia ini. Wallahu A’lam Bishowab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain