Kitab Simthud Duror Kitab Maulid yang Populer dari Yaman Hingga Indonesia

simthud duror

PITUTUR ID. Kitab Simthud Duror menjadi bacaan populer saat Maulid Nabi Muhammad saw. Karya habib Ali Al Habsy sangat pupoler di Yaman hingga Indonesia. Kitab ini menjadi bacaan wajib tiap bulan Maulid tiba.

Pengarang kitab ini adalah ulama masyhur dari Yaman yang lahir pada tahun 1839 M. Adapun judul asli dari kitab Simtud Durar adalah Simṭud Durar Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar atau Untaian Mutiara Kisah Kelahiran Manusia Utama : Akhlak, Sifat dan Riwayat Hidupnya.

Dalam kitab Simthud Duror memuat tujuh tema utama tentang Nabi Muhammad saw yaitu pujian, cinta, kelahiran Nabi, mukjizat Nabi, turunnya wahyu, Isra Mi’raj dan sifat dari Nabi Muhammad saw. Ditulis oleh beliau pada usia yang sudah sepuh yaitu 68 tahun.

Kitab Maulid Simthud Duror ditulis di pada hari Kamis 26 Safar 1327 H.Habib Ali tidak menulis sendiri kitabnya melainkan beliau mendiktekan paragraf awal Simthud Duror hingga selesai ditulis 9 Rabi’ul Awwal 1327 H dan langsung dibaca di rumahnya.


“Dakwahku akan tersebar ke seluruh wujud. Maulidku akan tersebar ke tengah-tengah masyarakat, mengumpulkan mereka kepada Allah dan membuat mereka dicintai Nabi Muhammad saw,”

Kemudian Habib Ali menyempurnakan lagi tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal 1327 H dan membacakan muridnya, Sayyid Umar bin Hamid Assegaf. Sejak hari itu, Habib Ali membaca kitab maulidnya sendiri.


“Dakwahku akan tersebar ke seluruh wujud. Maulidku akan tersebar ke tengah-tengah masyarakat, mengumpulkan mereka kepada Allah dan membuat mereka dicintai Nabi Muhammad saw,” ungkap Habib Ali tentang karyanya ini.

Habib Ali bernama lengkap Ali Muhammad bin Husain Al Habsyi. Beliau dilahirkan di Qasam, Yaman dari pasangan Habib Muhammad ibn Husein dan Hababah Alawiyyah.Ayahnya dikenal sebagai seorang ulama besar dan pendakwah.


Usia 17 tahun pergi ke Mekah untuk menuntut ilmu. Setelah itu balik lagi ke Yaman. Kemudian menuntut ilmu di Tarim kepada beberapa ulama besar seperti Sayid Abdullah ibn Husein ibn Muhammad.

Selain itu juga berguru kepada Syekh Muhammad ibn Ibrahim, syekh Umar ibn Hasan al-Haddad. Sedangkan Habib Ali adalah Habib Abu Bakar ibn Abdullah al-Atthas adalah guru rohaninya. Habib Ali Al Habsyi wafat pada 20 Rabi’uts Tsani 1333 H.


Kitab Simthud Duror dibawa ke Indonesia oleh putranya Habib Alwi. Beliau ini adalah pendiri masjid Riyadh yang ada di Pasar Kliwon, Solo Surakarta. Dari masjid inilah Simthud Duror selalu dibaca dan kemudian menyebar ke seluruh Indonesia.


Pasca Habib Alwi wafat digantikan oleh putranya yang bernama Habib Anis. Melalui Habib Anis, kitab Simthud Duror menjadi semakin populer.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain