Tips Memilih Asupan yang Tepat Saat Berbuka dan Sahur

nutrisi

Puasa membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Hal ini penting dilakukan agar bisa berkegiatan dan beribadah dengan lancar ketika tubuh fit. Untuk itu diperlukan cara atau memilih asupan yang tepat saat berbuka dan sahur.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc, Sp.GK menyebutkan perlu mengetahui kebutuhan energi total dalam sehari dan komposisi zat gizi makro. “Pastikan sumber karbohidrat berasal dari bahan karbohidrat kompleks dan sedapat mungkin hindari karbohidrat sederhana, seperti gula dan sirup,” ujar dr. Tirta seperti dilansir laman antaranews.com.  

Seperti diketahui bahwa rata-rata setengah dari kebutuhan energi berasal dari karbohidrat, 30 persen dari lemak, dan 15 persen dari protein. Maka dari itu memilih jenis lemak yang baik dan mengurangi goreng-gorengan akan membuat tubuh lebih bugar.

Berikut beberapa tips ketika  untuk atau memilih asupan yang tepat saat berbuka dan sahur.

Pertama,  menu sahur yang disarankan adalah menu lengkap gizi dengan protein dan serat yang cukup, mengandung lemak baik, seperti alpukat, dan upayakan tanpa pengolahan makanan dengan cara digoreng.

Kedua, kurangi juga makanan yang tinggi garam. Hal ini disebabkan dapat membuat Anda lebih haus ketika berpuasa. “Pada saat berbuka puasa sebaiknya utamakan mengonsumsi buah-buahan dan pastikan asupan serat cukup. Buah kurma sangat baik untuk menu berbuka puasa, begitu pula buah-buahan lainnya,” kata dr. Tirta.

Ketiga, mengonsumsi buah potong dan tiga butir kurma adalah cara terbaik dilakukan saat berbuka. Buah-buah ini tidak perlu dibuat dalam bentuk jus. Anda bisa makan kurma dicampur di dalam oatmeal dan susu almond. Anda juga bisa menambahkan kacang-kacangan agar semakin lengkap proteinnya.

Keempat, pilih metode pengolahan makanan utama yang tidak menggorengnya secara lama/deep fried. Tidak ada hal baik dalam gorengan dan tidak ada waktu terbaik untuk mengonsumsi gorengan. Akan tetapi jika sangat ingin mengonsumsinya, maka batasi sesedikit mungkin saat berbuka. Sebaiknya Anda memilih metode masak yang baik agar memperoleh manfaat kesehatan dari puasa. Misalnya dengan menggorengnya dengan menggunakan airfryer, mengukus, memanggang, atau membuat sup.

Kelima, pastikan makan yang mengandung protein yang sesuai dengan tubuh karena menjaga sistem. Sumber protein dapat berasal dari hewani ataupun nabati. Untuk mendapat manfaat maksimal dari protein, maka pengolahannya harus diperhatikan. Makanan yang diproses seperti kornet atau sosis sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari, sumber alami tetap jauh lebih baik. Pilihlah protein hewani dengan kandungan lemak sedikit atau sedang untuk menjaga asupan lemak jenuh dan kolesterol tetap dalam batasan aman. Selain itu, pilihlah metode pengolahan yang simpel dan tidak menggunakan banyak minyak, butter, atau santan.

Keenam, Khusus untuk berbuka, usahakan beri jeda 15 menit setelah mengonsumsi makanan manis sampai mulai mengonsumsi makanan besar. Hal ini dilakukan agar tubuh dapat memproses atau mencerna makanan secara bertahap.

Ketujuh, kurangi aktivitas berat yang dilakukan secara outdoor atau di ruang terbuka dan terkena panas matahari. Hal ini akan mengurangi dampak terkena dehidrasi.  Pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur. Mayoritas kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi saat berbuka hingga menjelang tidur. Saat sahur, Anda dapat penuhi cairan sekitar 750 mililiter cairan dan sisanya dapat dipenuhi saat berbuka hingga menjelang tidur “Jangan minum langsung dalam jumlah banyak sekaligus ya. Minumlah secara bertahap, sering berwudu, dan basahi wajah dan kulit lainnya agar kulit tidak kering,” kata dr. Tirta.

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain