Tips Mengolah Hingga Menyimpan Jamu yang Benar

membuat jamu

Salah satu cara untuk menjaga imun tubuh adalah dengan meminum jamu. Namun cara mengolah dan menyimpan jamu yang benar juga menjadi salah satu kunci agar khasiat jamu benar-benar bisa dimanfaatkan oleh tubuh.  

Berikut tips pengolahan dan menyimpan jamu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM):

Pertama, cuci bahan segar jamu menggunakan air yang mengalir lalu. Bila sudah selesaia keringkan dan disimpan di tempat bersih lagi kering.

Kedua, selama melakukan pengolahan jamu sebaiknya menjaga kebersihan alat dan bahannya. Pastikan juga tempat yang digunakan dalam keadaan bersih. Ada baiknya menggunakan alat yang terbuat dari stainless steel.

Ketiga, jagalah kebersihan saat membuat jamu seperti, pakaian yang bersih, mencuci tangan dari air yang mengalir dan menggunakan sabun minmal 20 detik sebelu pengolahan. Jangan lupa pakai masker dan sarung tangan,

Keempat, perhatikan cara pembuatan setelah itu gunakan air bersih dan rebus air sampai mendidih.

Adapun cara penyajiannya secara umum sebagai berikut:

1. Bahan segar dan bahan kering direbus dalam air mendidih suhu 100 derajat Celcius selama 15-30 menit.

2. Bentuk serbuk kering dapat diseduh dalam satu gelas air mendidih selama 5 menit.

3. Rebusan atau seduhan khususnya herba Sambiloto dikonsumsi sebelum makan. Sementara jahe dikonsumsi setelah makan.

Tips khusus:

1. Herba Sambiloto: Bahan kering sekitar 3 gram, dua kali sehari. Sementara serbuk kering 1,5-3 gram dikonsumsi tiga kali sehari.

2. Herba Meniran: Bahan segar 45-90 gram per hari dalam 2-3 dosis.

3. Temulawak: Serbuk kering 3-9 gram per hari dalam 3 dosis terbagi.

4. Kunyit: Bahan segar 3-9 gram sehari, sementara untuk serbuk kering 1,5-3 gram per hari.

5. Jahe: Serbuk kering 1-4 gram per hari.

6. Jamu biji: Dapat langsung dimakan, satu buah jambu biji berukuran sedang (55 gram).

Ketika pengolahan sudah rampung sebaiknya disimpan dalam wadah yang sesuai. Tidak dianjurkan menggunakan botol bekas air mineral sekali pakai. Kemudian simpan jamu pada suhu yang sejuk  dan jangan terlalu lama. Sebelum dikonsumsi perhatikan ada perubahan warna, bau dan rasa pada jamu setelah disimpan. Selamat mencoba.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain