Lari Ternyata bisa Ringankan Depresi

lari

Olah raga lari dikenal mempunyai manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Walau di atas treadmill lari bagus untuk menjaga berat badan hingga ringankan depresi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan jika Anda melakukan oplah raga lari secara rutin, maka akan membantu  membantu membangun tulang dan otot yang lebih kuat sambil mengelola berat badan dan meningkatkan kualitas tidur.

Sedangkan untuk kesehatan mental, olah raga lari bisa mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Sebuah studi tahun 2020 menyimpulkan, lari berimplikasi positif yang penting bagi kesehatan mental, terutama gangguan depresi dan kecemasan. Dengan berlari kadar endorfin meningkat dan merangsang neurotransmitter norepinefrin yang terhubung dengan suasana hati Anda. Stimulasi ini ternyata membantu meringankan efek depresi ringan dan kecemasan. Menurut para ahli di Public Health England, berlari juga dapat mengurangi risiko masalah kardiovaskular, diabetes tipe 2 kanker, dan penyakit fisik lainnya.

“Sedangkan untuk kesehatan mental, olah raga lari bisa mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Sebuah studi tahun 2020 menyimpulkan, lari berimplikasi positif yang penting bagi kesehatan mental, terutama gangguan depresi dan kecemasan.”

Namun hati-hati ketika akan membiasakan olah raga murah meriah ini. Ternyata dalamsebuah studi disebutkan  lari juga dapat menyebabkan cedera, terutama jika melakukannya secara berlebihan. Dalam Journal of Orthopedic & Sports Physical Therapy tahun 2014, menemukan pelari pemula yang meningkatkan jarak lari mereka lebih dari 30 persen selama periode 2 minggu lebih rentan cedera terkait daripada pelari yang meningkatkan jarak lari mereka kurang dari 10 persen.

Cedera yang dialami pelari pada umumnya adalah rasa sakit di bagian bawah kaki atau di daerah tumit, peradangan tendon di betis yang disebabkan oleh penggunaan berlebihan. Selain itu juga ada nyeri di sekitar tempurung lutut atau area lutut umum hingga retakan kecil pada tulang yang disebabkan tekanan berulang dari waktu ke waktu.

Namun cedera tersebut biasanya bisa ditangani dengan es, obat-obatan, dan banyak istirahat. Namun jika berkelanjutan disarankan untuk konsultasi ke dokter. Untuk menghindari cedera seperti ini diperlukan alas kaki yang tepat, melakukan peregangan dengan hati-hati, membangun daya tahan secara bertahap, dan mendengarkan apa yang dibutuhkan tubuh Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain