Empat Manfaat Madu Bagi Tubuh

Madu adalah salah satu sumber nutrisi yang kaya akan manfaat. Bahkan madu menjadi salah satu favorit untuk menjaga imuntitas tubuh.  Dalam madu terdapat sederet nutrisi antara lain kalsium, magnesium, fosfor, kalium, magnesium, lalu 600 senyawa volatil yang diduga berkontribusi terhadap potensi efek biomedisnya.

Banyak sekali manfaat madu bagi kondisi tubuh.  Cynthia Sass salah satu ahli nutrisi asal News York Amerika memberikan beberapa hal mengenai manfaat madu. seperti dikutip dari laman antaranews.com

1. Dapat mengobati  ISPA. Disebutkan bahwa madu mempunyai manfaat untuk memperbaiki frekuensi dan keparahan batuk. Disamping itu madu bisa berfungsi juga sebagai alternatif murah untuk antibiotik. Menurut ilmuwan dari Universitas Universitas Illinois di Chicago dalam madu ditemukan senyawa antimikroba yang dibuat oleh lebah madu dapat menjadi dasar untuk antibiotik baru.

2. Cegah pengerasan arteri . Pada sebuh penelitian disebutkan bahwa mengonsumsi madu meningkatkan kadar antioksidan dalam darah. Mengganti gula olahan dengan madu dapat membantu meningkatkan pertahanan antioksidan pada orang dewasa yang sehat. Dalam sebuah studi di Jurnal Nutrients menunjukkan, madu mengandung lebih dari 180 zat termasuk gula alami serta sejumlah besar vitamin, mineral, dan fitokimia. Senyawa antioksidan dan anti-inflamasi dalam madu, bisa melawan stres oksidatif.

3. Membuat usus lebih sehat.  Sebuah ulasan terbaru tentan madu menyebutkan bahwa madu memiliki sifat prebiotik. Prebiotik membantu memfermentasi bakteri menguntungkan di usus, termasuk bifidobacteria dan lactobacilli yang dikaitkan dengan fungsi kekebalan yang lebih kuat dan peningkatan kesejahteraan mental. Para peneliti juga mencatat aktivitas anti-virus madu.

4. Lawan sindrom metabolik yaitu sekelompok gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Gangguan tersebut antara lain peningkatan tekanan darah tinggi, penumpukan lemak di perut, serta kenaikan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Jurnal Nutrients dalam artikelnya adanya efek perlindungan madu untuk sindrom metabolik ini. Para peneliti mengungkapkan, madu memiliki indeks glikemik rendah, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah dan kadar insulin, serta membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

Madu juga telah terbukti mencegah penambahan berat badan yang berlebihan dan meningkatkan metabolisme lipid dengan mengurangi trigliserida serta kolesterol total dan kolesterol LDL “jahat”, sekaligus meningkatkan HDL “baik”. Sedangkan sifat antioksidan madu juga membantu mengurangi stres oksidatif yakni salah satu mekanisme utama sindrom metabolik. Singkatnya, stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas yang merusak sel dan kemampuan tubuh untuk melawan efek berbahayanya.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain