Berkunjung ke Masjid Keramat Al Mukaromah Kampung Bandan

Kampung Bandan Jakarta mempunyai banyak fakta sejarah yang unik. Salah satunya adalah adanya makam yang dikeramatkan. Salah satunya adalah Masjid Jami Al-Mukaromah yang terletak di Jalan Lodan Raya, Kampung Bandan, Jakarta.

Tempat ini  telah lama menjadi magnet para peziarah. Pasalnya dalam masjid ini terdapat makam tiga ulama besar yaitu makam Habib Mohammad Bin Umar Alqudsi, Habib Ali Bin Abdurrahman Ba’alawi, dan Habib Abdurrahman Bin Alwi Asy-Syathri.

Ketiga ulama ini dikenal sangat berjasa dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa pada abad 16 sampai awal abad 17. Untuk itulah sampai sekarang banyak orang yang berziarah ke makam Keramat Kampung Bandan.

Menurut keterangan Habib Mohammad dimakamkan pada 1706, Habib Ali pada 1710, sedangkan Habib Abdurrahman dimakamkan 1908.

Pengunjung makam ini akan semakin membludak saat bulan Maulud dan Sya’ban, menjelang Ramadan. Terlabih pada tanggal 13 Ramadhan, makam ini banyak diziarahi ribuan pengunjung dari berbagai daerah karena merupakan haul dari sohibul makam.  

Majid al Mukaromah ini dibangun oleh Habib Abdurrahman bin Alwi Asy-Syahtiri yang dikenal sebagai seorang saudagar kaya raya. Suatau ketika Habib Abdurrahman berkunjung ke kediaman Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas di Empang, Bogor.

Awalnya Habib Abdurrahman hanya berniat mengadu masalah usaha dagangnya. Namun lalu Habib Abdullah justru menyuruh Habib Abdurahman menelusuri 2 makam ulama besar di Batavia.

Jika ketemu Habib Abdurrahman diamanatkan untuk memelihara dan mendirikan tempat ibadah di dekat makam tersebut.

Akhirnya setelah pencarian diketemukan makam tersebut. Habib Abdurrahman kemudian mengikuti amanat Habib Abdullah dengan membeli tanah tempat keberadaan makam tersebut kemudian mendirikan musola untuk peziarah di tahun 1879.

Mushola terus berkembang dan berubah menjadi  masjid sejak tahun 1913 dan selesai tahun 1917.

Masjid Al-Mukarromah berdiri  di atas tanah seluas 95 x 50 m. Bangunan utamanya berukuran 15 x 13 m, dengan dua buah pintu masuk. Di dalamnya terdapat tiang, makam, mihrab, dan mimbar.

Bagian selatan, timur, dan barat terdapat serambi. Uniknya di areal masjid terdapat pohon kurma yang berbuah saat Ramadhan. Ada pula satu sumur tua dengan air tawar jernih, rasa airnya seperti zamzam. Ini aneh karena sumur itu dekat dengan kali kotor dan laut.  

Pemprov DKI Jakarta sudah memasukkan masjid ini sebagai salah satu cagar budaya yang harus dilindungi sejak tahun 1972. Beberapa kali mengalami pemugaran. Tahun 1978 dilakukan pemugaran secara total dengan mengganti semua komponen bangunan dan dibangun dengan bentuk sama seperti aslinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain