Istana Ahmad Bey, Istana Terakhir Ottoman

ottoman

Di Aljazair ada sebuah istana yang megah. Istana Ahmad Bey ,Aljazair yang dibangun pada pertengahan abad ke-19 menjadi istana terakhir Dinasti Ottoman di sana.

Istana Ahmad Bey di Constantine yang terletak di  Aljazair, adalah salah satu contoh terakhir arsitektur Ottoman Aljazair yang dibangun sebelum pendudukan Prancis di negara itu. Istana ini dinamakan Ahmad untuk menghormati sang perancang bangunan Ahmad bin Mohamed Sherif yaitu gubernur Dinasti Utsmani terakhir.

Istana megah dibangun selama sembilan tahun dan selesai pada tahun 1835 sebelum pendudukan Perancis pada tahun 1837. Pembangunannya langsung dibawah arahan Gubernur Ahmad. Dalam mendesain istananya, Ahmad mengimpor marmer dari Italia. Adapun material lainnya didatangkan dari Belanda dan Spanyol.  Dalam pembangunannya Ahmad memanggil seorang insinyur Genovese , Chiavino, dan dua seniman terkenal Al-Jabari dan Al-Khatabi untuk desain arsitekturnya.

Dalam istana ini terdapat pilihan ubin tradisional atau yang disebut zelij sebanyak 47.000 dan menutupi dinding istana. Ubin ini didatangkandari Tunisia, Suriah, dan kota-kota di pantai utara seperti Marseille. Di serambi istana terdapat marmer berukir. Desain pintunya adalah karya seni tersendiri. Seperti arsitektur kebanyakan istana diwilayah tersebut, pintu terbuat dari kayu cedar dari wilayah Aures dan Kabylia di timur laut negara tersebut. Jika melihat pintu istana ini , maka kita ditujukkan akan selera mewah mantan penghuni istana.

Istana terdiri dari tiga kamar suite dan taman tempat ditanam pohon jeruk dan palem. Kamar suite terhubung ke lorong. Langit-langitnya juga berlantai marmer. Ada 540 pintu dengan pahatan dan dekorasi yang berbeda

Istana Ahmad Bey mempunyai satu pintu berukir mengarah ke kamar para istri dan selir. Gubernur Ahmad memiliki harem besar di samping enam istrinya dengan jumlah 40 kamar. Ada juga sebuah mural yang menggambarkan perjalanan Ahmad.

Mural itu terbentang lebih dari 2.000 meter persegi. Gambar dinding menceritakan kisah ziarahnya ke tempat-tempat suci Islam, serta kisah pertempuran yang terjadi bersama penguasa di wilayah Aljazair semasa masa Ottoman. Selain itu juga menggambarkan perjalanannya ke Mekah dan Madinah pada tahun 1818 serta kunjungannya Tunisia, Tripoli, Alexandria, dan Kairo.

Beberapa bangsawan dan raja berkunjung ke istana ini antara lain Leopold II dari Belgia dan Napoleon III dari Prancis. Pada tahun 1934, istana itu diklasifikasikan sebagai monumen bersejarah. Tahun 2003 istana ini di restorasi. (disadur dari laman middleeasteye.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

lailatul qodar

Empat Tanda Lailatul Qodar

Malam lailatul qodar adalah malam yang ditunggu kaum muslimin saat bulan Ramadhan tiba. Banyak keutamaan di malam mulia tersebut. Diantara keutamaan adalah diampuni dosanya yang