Masjid Indrapuri, Masjid Unik di Aceh Besar

indrapuri

Masjid Indrapuri adalah masjid unik di Aceh Besar. Masjid ini dibangun di area candi kerajaan Hindu. Menilik dari namanya ada pengaruh Hindu. Indra berarti dewa Indra salah satu dewa yang sangat dihormati dalam agama Hindu, sedangkan puri artinya tempat pemujaan.

Sekitar abad ke 12 bangunan masjid merupakan tempat pemujaan bagai kerajaan Lamuri. Suatu saat kerajaan tersebut berperang melawan bajak laut dari Cina atas bantuan Meurah Johan seorang pangeran dari Lingga (Gayo) yang kemudian berhasil mengislamkan kerajaan Lamuri. Setelah itu candi tersebut dirubah menjadi sebuah masjid pada 1618 Masehi Masjid Indrapuri ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan Surat Keputusan 014/M/1999 pada 12 Januari 1999.

Masjid Indrapuri ini berada di dalam benteng berdenah persegi panjang berukuran panjang 73 m, lebar 73 m. Masjid Tuha Indrapuri berbentuk piramida dengan atap bertingkat tiga ditopang oleh 36 tiang dan berdinding langsung dengan tembok bekas candi di masa era pra-Islam.

Masjid Indrapuri adalah salah satu masjid bersejarah. Tercatat pada tahun 1878 pernah dipakai sebagai tempat penobatan Sultan Aceh, Tuanku Mohammad Daudsyah. Mengutip catatan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Besar, Masjid Indrapuri berdiri di area seluas 33.875 meter. Masjid Indrapuri ini dibangun sebagian besar menggunakan kayu dengan luas 18,8 x 18,8 meter. Ada 36 tiang yang didirikan diatas umpak atau landasan yang terbuat dari batu kali.

Ada empat merupakan tiang utama (soko guru) berbentuk persegi delapan sebagai menyangga atap masjid. Uniknya masjid ini tidak memiliki jendela dan pintu. Ada sebuah tembok yang tidak disambung digunakan sebagai sarana untuk keluar dan masuk ke dalam masjid.

Jika ingin mencapai mencapai ruangan masjid, harus melalui undakan yang terbuat dari semen berjumlah 12 buah dengan lebar 6,60 m. Tinggi tangga keseluruhan 3,36 m. Dinding lapisan pertama memiliki ketinggian 1,76 m dan tebal 1,36 m. Pintu masuk masjid berada di sebelah timur adalah undakan pertama.

Terdapat kolam yang berfungsi penampung air yang digunakan untuk berwudhu. Tempatnya di pelataran kedua. Adapun mihrabnya terletak di sisi sebelah barat. Pada sisi mihrab terdapat undakan yang berfungsi sebagai mimbar. Sedangkan di utara masjid terdapat bangunan kecil bertingkat yang berfungsi sebagai menara yang dilengkapi sebuah kentongan.

Tiang penampil pada bangunan masjid berfungsi untuk menyokong keseluruhan konstruksi bangunan. Masing-masing tiang memiliki diameter 0,28 m. Bagian atas dihubungkan dengan balok yang dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat di bagian atas tiang. Sistem ini disebut juga dengan sistem pasak.

Banyak motif kaligrafi di dalam penyangga masjid. Ada  berbunyi “Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam” dan angka tahun 1270 H. Selain itu juga terdapat kaligrafi berbunyi “La illah”. Dalam ajaran Islam, kalimat syahadat harus diucapkan lengkap, yakni “La illaha illallah” tidak boleh hanya sepenggal. Kemungkinan pahatan kaligrafi ini tidak selesai pengerjaannya. Tak salah kalau masjid Indrapuri adalah salah satu masjid unik di Aceh Besar.

1 thought on “Masjid Indrapuri, Masjid Unik di Aceh Besar”

  1. Pingback: Masjid Nejashi Dibangun Kembali » Pitutur ID

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain