Bukhara Negeri Subur Para Pencari Ilmu Pengetahuan

bukhara

Bukhara tanah subur di negeri Uzbekistan. Kekayaan alamnya melimpah dengan peninggalan yang menjadi magnit para turis hingga sekarang. Tak hanya itu dari Bukhara lahir banyak intelektual hingga seni arsitektur yang luar biasa.

Di Bukhara terdapat banyak peninggalan ilmiah, bangunan dan seni yang merupakan peninggalan arsitektur yang indah. Diantaranya menara Kalon yang unik. Menara Kalon yang dibangun pada tahun 1127 dan dikenal sebagai ‘Menara Kematian’. Sebab bangunan ini kerap menjadi tempat eksekusi para petindak kriminal. Selain itu ada moseuleum peninggalan dinasti Sasanid yang megah. Keduanya adalah bukti tentang ketinggian seni arsitektur disamping juga kecanggihan ilmu pengetahuan. elanjutnya ada Ark Citadel, komplek benteng pertahanan nan megah, di sini terdapat istana, kuil, barak, tempat belajar, bahkan penjara.

 Ada lebih dari 140 peninggalan arsitektur yang dibangun pada abad pertengahan di kota ini. Bahkan beberapa diantaranya dibuat sekitar 2.300 tahun silam.  Ada tiga bangunan kuno yang bisa dinikmati di kota ini yaitu Kukuldash Madrassah, Nadir Devanbegi Madrassah, dan Nadir Devanbegi Khanaka. Ketiganya dibangun pada abad ke-16. Hal tersebut ditandai adanya mosaik berwarna-warni yang memenuhi dinding semennya.

Tak seberapa jauh dari kompleks benteng ini terdapat ratusan bangunan kuno nan indah di antaranya adalah Mausoleum of Samani, The Mosque of Chor-Minor, Madrasah of Ulugbek, dan The Palace of Emir of Bukhara.   Saat ini negeri Bukhara masuk dalam wilayah Uzbekistan. Negeri ini dikenal sebagai negeri yang subur dan penghasil buah-buahan.Letaknya sangat stretagis. Bahkan termasuk dalam Jalur sutra, yaitu jalur perdagangan yang ramai pada masa lampau. Kota telah berdiri sejak lama, Konon didirikan pada masa Dinasiti Akminiah (553-330 SM.) Bukhara juga pernah dikuasai Alexander Agung.

Pada tahun 850 wilayah ini menjadi bagian dari dinasti Sasanid. Pada zaman itu Bukhara tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi juga perdagangan. Sebutan sebagai pasar induk yang menampung produk dari China dan Asia Barat. Setelah itu menjadi bagian dari Daulat Bani Bakhtariyin. Pada abad keenam dibawah kekuasaan oleh Turki yang kemudian beralih ke dalam genggaman Cina pada abad ke tujuh. Ketika ditaklukkan khalifah Walid bin Abdul Malik dari dinasti Umayyah (68-69 H./ 705-715 M)  Bukhara mengalami perkembangan yang luar biasa. Penaklukan itu ketika Hajaj bin Yusuf As Sakafi, menteri khalifah memerintahkan kepada Kutaibah bin Muslim Al Bahili untuk menaklukkan negara-negara Transoksaina. Kutaibah berangkat menuju Bukhara dan berhasil menaklukkannya pada tahun 90 H./ 709 M. Setelah Bani Seljuk berkuasa, mereka memperluas kota tersebut dan membuatnya lebih hidup dan maju baik pengembangan ilmiah maupun seni.

Peristiwa yang paling tragis ketika Bukhara dihancurkan Jengkis Khan pada tahun 616 H./ 1219 M. Kota dihancurkan dan membakar perpustakaan nya. Setelah kekuasaan diambil alih oleh Timur Lank tahun 785 H./ 1383 M, masih sama. Namun hal itu berubah ketika datang Bani Ozbek yang membangun kembali Bukhara dan menjadikannya sebagai ibu kota negara pada tahun 911 H./ 1505 M. Pada tahun 1336 H./ 1918 M Bukhara dikuasai oleh Iran sampai Rusia yang menguasainya pada1342 H./ 1923. Tahun1991 menjadi bagian kota dari Republik Uzbekistan.

Sungai Jihun

Sungai Jihun mengalir di negeri-negeri Asia Tengah. Dan Bukhara adalah negeri yang terletak di muaranya. Umat Islam dan dunia mengenalnya sebagai pusat perdaban keilmuaan. Dari ranahnya lahir banyak cerdik cendikia yang masyhur. Bukhara tanah subur yang dilimpahi buah buahan. 

Memang sebutan Bukhara tidak jauh dari khazanah ilmu. Dalam bahasa Mongol, Bukhara diartikan sebagai lautan ilmu. Di wilayah Asia Tengah Bukhara bersanding dengan Naisabur maupun Samarkand sebagai salah satu pusat peradaban kelimuan Islam pada masa abad pertengahan

 “Bukhara sumber pengetahuan , Ooo Bukhara pemilik pengetahuan” . Begitu ucapan sufi masyhur Maulana Jalaluddin  Rumi dalam puiisinya. Pun dengan sastrawan Iran Ali akbar Dehkhoda. Ia menyebutnya gudang ilmu. Puja puji dan sanjungan itu tidaklah salah. Bukhara memang pantas menyandang gelar itu.

Sebutan pusat ilmu pengetahuan terlontar ketika muncul ratusan madrasah. Di setiap perkampungan berdiri sekolah. Bahkan kelas menengah dan elit menyekolahkan putranya di homeschooling.

Sistem pendidikannyapun berjalan rapi. Anak umur enam tahun mulai mendapatkan pendidikan dasar selama enam tahun. Setelah itu boleh melanjutkan ke jenjang berikutnya . Ada tiga tingkatan dalam pola pendidikan di Bukhara kala itu. Masing-masing ditempuh dalam waktu tujuh tahun. Jadi keseluruhan pendidikannya diperlukan waktu selama 21 tahun.

Banyak peninggalan yang  Islam yang bisa dilihat dan masih berdiri kokoh. Beberapa objek wisata seperti  madrasah Gausakhun ,Menara Kalon, makam Ismail Samanid adalah tempat yang selalu didatangi wisatawan.

Bukhara mengalami masa kemudnurannya setelah Kubillai Khan menyerang tahun 1220. Kota ini luluh lantak seperti ketika pertempuran di Bagdad. Ibnu Asir menggambarkannya dengan kata-kata, seolah-olah tidak ada apa-apa sebelumnya. Pasukan Mongolmembantai dan membakar madrasah serta bangunan  ilmu pengetahuan lainnya.

Diantara Dua Nama Besar

Imam Bukhari seorang ilmuan yang namanya selalu dinisbatkan dengan Bukhara.  Ulama besar bernama asli Abu Muhammad bin ismail bin Ibrahim bin mughirah bin Bardzibah al Ju’fi al Bukhari  kesohor perawi hadis masyhur . Kitabnya sahih Bukhari menjadi rujukan baku para fuqoha.

Imam Bukhari lahir di Bukhara pada 194 H atau 810 M. ia dijuluki amirul mukminin fil hadist. Sejak kecil ia kehilangan penglihatannya. Bersama gurunya Syeikh Ishaq berhaisl menghimpun satu juta hadis dan 80 ribu perawi yang disaring menjadi 7275 hadis. Prosesnya berlangsung selama 16 tahun.

Lalu Ibnu Sina ahli kedokteran yang namanya masih harum hingga sekarang.  Bapak kedokteran modern ini termasuk ulama yang profilik alias menelorkan banyak buku hasil buah pikirannya.  Terhityung ada 450 buah buku. Sebagian besar mengupas filsafat dan kedokteran. Salah satu yang paling terkenal adalah Qonun fi at tibb.

Nama besar lain dalah khazanah intelektual Bukhara adalah Abu Hafsin Umar bin Mansyur al Bukhari atau lebih dikenal dengan Al Bazzar. Kemudian ada Al Hafiz Abu zakaria Abdul Rahim Ibn Nasr al Bukhario, abu Abbas al Maqdisi al Hambali. Tidak hanya di bidang keilmuan saja, Bukhara melahirkan nama-nama besar. Dalam seni budaya terutama sastra beberapa nama masyhur muncul seperti Ar Raudaky, Fadhil al bukhari, Al Khajandi dan lain sebagainya. Iklim intelektualitas juga masih dirasakan kini.  Madrasah-madrasah di Bukhara masih jga menjadi tujuan b agu para pelajar Asia Tengah untuk menimba ilmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain