Masjid Panjunan, Masjid Kecil nan Artisitik

masjid panjunan

Masjid Panjunan Cirebon adalah salah satu masjid tertua di Indonesia. Umurnya lebih dari 500 tahun yang lalu. Masjid ini menjadi saksi sejarah perkembangan Islam di masa lalu.

Masjid yang terletak di di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat ini meski kecil mempunyai keunikan. Ciri khas multikultural Cirebon sangat kental terlihat dalam bangunan ini. Akulturasi kebudayaan bernuansa Jawa yang terlhat kental struktur bangunan berdampingan dengan ukiran ornamen Hindu-Budha. Apalagi ditambah dengan keramik Cina dan Eropa pada mihrab menjadi perpaduan serasi dari masjir yang didirikan oleh Syekh Syarif Abdurahman.

Asal usul masjid ini seperti ditulis dalam Babad Cirebon bermula saat Syekh Syarif Abdurakman mendalami ilmu agama kepada Syekh Nurjati. Selain ahli agama, Syekh Syarif Abdurakhman juga terkenal piawai dalam berdagang anjun, yaitu gerabah dari tanah liat. Keahliannya membuat anjun ditularkan kepada penduduk sekitar. Akhirnya daerah ini dikenal sebagai tempat sentra pengrajin gerabah hingga dikenal dengan nama Panjunan.

Syekh Syarif Abdurahman kemudian bertemu dengan Pangeran Cakrabuana dari Kerajaan Cirebon dan diberikan perintah untuk mengembangkan wilayah Panjunan. Syekh Syarif kemudian kemudian diberi gelar Pangeran Panjunan. Hilir mudik para saudagar, khususnya saudagar muslim menjadi salah satu latar belakang didirikannya masjidin. Beliau kemudian berinisiatif membangun tajug atau mushola pada 1480 yang menjadi cikal bakal mesjid Merah Panjunan.

Masjid Merah Panjunan berukuran kecil namun indah. Arsitekturnya anggun dan khas. Ketika memasuki gerbang masjid, dominasi warna merah akan kita lihat dengan jelas. Gerbangnya yang  menyerupai candi atau pura di Bali menjadi ciri khasnya. Ada juga ornamen bunga matahari menghiasi tembok merah itu.

Langit-langit ruang utama masjid ditopang oleh lebih dari lima pasang tiang kayu. Umpak pada tiang penyangga juga memperlihatkan pengaruh kebudayaan lama. Sementara keramik yang menempel pada dinding memperlihatkan pengaruh budaya Cina dan Eropa.  Memandang keramik-keramik yang menghiasi mihrab Masjid Merah Panjunan adalah daya tarik tersendiri. Sebagian besar moto keramik adalah khas buatan Cina. Keramik-keramik ini adalah hadiah dari putri Ong Tien, seorang putri Cina, yang diperistri oleh Sunan Gunung Jati. Konon masjid Panjunan adalah tempat pentasbihan para wali dan hanya dibangun dalam semalam. (Dari berbagai sumber)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

iblis

Dialog Sufi dan Iblis

Dikisahkan Junaid Al Bagdad, serang sufi yang masyhur ini ingin bertemu Iblis. Hingga suatu hari akhirnya berjumpalah dengan makhluk laknatullah ini. Ada dialog menarik ketika

kulit kentang

Sepuluh Manfaat Kulit Kentang

Kentang dikenal sebagai umbi-umbian yang kaya manfaat untuk tubuh. Selain menyehatkan , rasanya juga enak ketika direbus atau digoreng. Namun ternyata kulit kentang juga mempunyai