Memburu Berkah di Makam Habib Kuncung

Bagi Anda yang singgah di wilayah Kalibata Jakarta Selatan ada baiknya ziarah ke makam Habib Kuncung. Letaknya sebelah selatan Mall Kalibata atau dekat dengan staiun kereta Pasar Minggu Baru.

Adapun alamatnya ada di Jalan  Rawajati Timur II No.69, RT.3/RW.8, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Makan Habib Kuncung ini sering dikunjungi para peziarah terutama pada malam jumat.

Habib Kuncung merupakan nama populer dari Habib Ahmad bin Alwi al Haddad. Beliau dikenal sebagai wali yang “nyentrik” dan mempunyai banyak karamah.

Reputasinya dibentuk lewat cerita tentang kesederhanaan, kedermawanan, dan kesaktian. Dalam catatan disebutkan bahwa  Habib Kuncung meninggal pada 1926 dalam usia 90-an.

Banyak peziarah yang berkunjung ke makam Habib Kuncung karena ingin mendepatkan barokah. Semasa hidupnya Habib Kuncung dikenal sebagai orang yang rendah hati dan suka menolong.

Banyak sekali karomah yang diperlihatkan Habib Kuncung. Tak salah hingga kini namanya terus dikenang oleh umat Islam terutama di wilayah Jabodetabek.

Memasuki pemakaman Habib Kuncung, Anda akan menemui juga makam dari Habib Mundzir al Musawa yang merupakan pendiri jamaah pengajian Majlis Rasulullah.

Makam Habib Mundzir terletak bersebelahan dengan makam Habib Kuncung. Kompleks pemakaman ini merupakan tanah milik Habib Abdullah bin Ja’far Al Haddad, kolega Habib Kuncung.

Di samping makan terdapat sebuah masjid yang megah bernama At Taubah Tidak diketahui pasti kapan area pemakaman di sini mulai ada.Dengan naungan bangunan yang kokoh, para peziarah bisa melakukan pembacaan tahlil dan ibadah lainnya dengan khusyuk.

Ada kisah menarik tentang pemakaman Habib Kuncung. Konon ketika wafatnya ada kejadian aneh. Sebelum dimakamkan di pemakaman yang sekarang ini, jenazahnya akan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Habib Toha Bin Ja’far Al Haddad.

Namun setelah jenazahnya disolatkan di Masjid At Taubah, jenazahnya tidak bisa diangkat untuk dimasukkan ke dalam liang lahat. Tak kurang dari 10 orang yang mengangkatnya.  

Kejadian itu membuat Habib Toha kemudian melaksanakan solat sunnah meminta petunjuk. Hasilnya adalah jenazah ingin dimakamkan di pemakaman keluarga Habib Abdulloh Bin Ja’far Al Haddad, di samping Masjid At Taubah.

Disebutkan bahwa semasa masih hidup Habib Kuncung pernah berpesan kepada Habib Muhammad Bin Abdulloh bin Ja’far Al Haddad untuk dibuatkan rumah kecil. Hal itu diartikan sebagai isyarat Habib Kuncung ingin dimakamkan di daerah situ.

Habib Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad Qurfha lahir di Qurfha, Hadramaut, Tarim, Yaman, pada 26 Syaban 1254 H bertepatan atau 14 November 1838.

Diantara guru-guru beliau adalah ayahnya sendiri Al Habib Alwi Al Haddad,  Al Habib Ali Bin Husein Al Haddad, Al Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al Habsyi, dan kepada Habib keramat Empang Bogor, Al Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Attas.

Sejak kecil beliau sudah berdagang  yang kemudian membuatnya mengenal wilayah Asia Tenggara, bahkan menuai sukses di Singapura. Habib Ahmad  sering muncul di Majelis Ulama kalangan Habaib di Jakarta.

Habib Ahmad dijuluki “Habib Kuncung” karena kerap memakai kopiah pemberian bangsawan Bugis yang berbentuk kerucut atau kuncung (mengecil ke atas).

Kerajaan Bugis memberikan kopiah istimewa tersebut karena Habib Ahmad mempunyai karomah yang besar di kalangan bangsawan Bugis masa itu.

Hingga sekarang makam Habib Kuncung menjadi salah satu tempat ziarah di Jakarta yang sangat ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah yang datang ke Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw