Berziarah ke Makam Habib Ali Kwitang

Bila Anda ke Pasar Senen, Jakarta Pusat, sempatkanlah untuk berziarah ke makam Habib Ali Kwitang. Ulama masyhur ini dikenal sebagai salah satu penggerak majlis taklim di Jakarta. Bahkan hingga saat ini tiap hari minggu selalu ramai orang mengikuti pengajian di majlis taklimnya.

Makam Habib Ali Kwitang terletak di dalam masjid ar Riyadh Kwitang, Senen Jakarta Pusat. Kalau dari Arah Kampung Melayu, Anda bisa turun sebelum Atrium Senen. Makam ini tidak pernah sepi dari para peziarah. Hampir tiap hari selalu ada yang datang. Hal ini tak luput dari peran Habib Ali dalam mensyiarkan Islam di Jakarta.   

Sudah banyak penjabat yang datang untuk berziarah. Salah satunya adalah Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur.  Ribuan peziarah akan datang ketika acara haul yaitu pada 20 Rabiul Awwal. Kalau berziarah ke makam HabiB ali ada aturan yang ketat dan harus dipatuhi. Pertama tidak boleh memberikan uang. Kedua, tidak boleh membawa kemenyan. Tidak boleh menaruh minuman air di atas makam karena takut ada pengkultusan. Namun peziarah  diperbolehkan membaca Yasin, tahlil dan doa doa lainnya.

Ketika memasuki konmplek makan terdapat beberapa nisan. Diantaranya nisan Habib Ali Kwitang sendiri, puteranya Habib Muhammad bin Ali Al Habsyi, dan nisan istri putranya Syarifah Ni’mah, serta Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Ali al Habsyi.

Habib Ali Kwitang bernama lengkap Habib ‘Ali bin ‘Abdur Rahman bin ‘Abdullah bin Muhammad al-Habsyi. Beliau lahir di Kwitang, Jakarta, pada 20 Jumadil Awal 1286 H (20 April 1870 M). Ayahanya Habib ‘Abdur Rahman al-Habsyi dikenal sebagai ulama dan da’i  yang  zuhud (sederhana). Ibunya bernama Nyai Hajjah Salmah, puteri seorang ulama Betawi dari Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Pada tahun 1940-an, Habib Ali mendirikan Masjid ar-Riyadh di Kwitang dan mendirikan madrasah bernama Madrasah Unwanul Falah. Tahun 1919 M mendapat mandat untuk mensyiarkan Maulid Simthud Duror dari gurunya, Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi. Beberapa ulama Betwai pernah menjadi muridnya yaitu KH. ‘Abdullah Syafi’I (pendiri Pesantren Assyafi’iyah), KH. Thahir Rohili (pendiri Pesantren Atthohiriyah), KH. Muhammad Na’im Cipete, KH. Muhajirin Cililitan dan lain sebagainya.

Di era pergerakan nasional Habib Ali bersama dengan Sayyid Usman bin Yahya aktif di Partai Syarikat Islam pimpinan HOS Cokroaminoto dan Haji Agus Salim. Bahkan di zaman pendudukan Jepang ia pernah dipenjara bersama Haji Agus Salim. Habib Ali Kwitang juga sempat menulis beberapa kitab, diantaranya Al-Azhar al-Wardhiyyah fi as-Shuurah an-Nabawiyyah dan Ad-Durar fi ash-Shalawat ala Khair al-Bariyyah.

Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi wafat pada tanggal 20 Rajab 1388 H (Oktober 1968) dalam usia 102 tahun. Ribuan orang berbondong-bondong bertakziah ke kediamannya. Sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara berdatangan memberikan penghormatan terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

wudhu

Sejarah Singkat Wudhu

Wudhu adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam saat akan melaksanakan salat. Namun ternyata wudhu bukanlah ibadah yang dikhususkan untuk umat Islam. Umat nabi-nabi terdahulu juga