Medina Az Zahra Kota Kecil yang Bersejarah di Andalusia

Kota Madinah Al-Zahra merupakan peninggalan kekhalifahan Bani Umayah di masa Abdurrahman Ketiga. Kota ini telah direnovasi dan diperbaiki. Banyak sekali barang bersejarah yang bisa dilihat dari peninggalan seperti gading, marmer dan barang pecah belah. Konon kota ini dibuat untuk istri sang Khalifah yang selalu rindu kampung halaman.

Situs ini terletak sekitar 13 km dari pusat kota Cordoba. Ditemukan oleh arkeolog pertama kalinya pada tahun 1910 silam. Maka semenjak itu penggalian dan penelitian terus dilakukan hingga tahun 1923, situs Di tahun 2014, Medina az Zahra masuk ke dalam salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Kekuasaan di Spanyol dimulai ketika Abdurrahman Ad Dakhil melarikan diri ke Maroko setelah runtuhnya Dinasti Umayyah oleh bani Abbasiyah. Berkat bantuan Bani Umayah yang tersisa serta dan kabilah-kabilah Yaman, Abdurrahman berhasil memasuki kota Andalusia pada tahun 755 hijriah. Kemudian Abdurrahman membentuk kekhalifahan Bani Umayah Andalus.

Pada masa Abdurrahman Ketiga dibangunlah kota Madinah Al-Zahra sebagai upaya memperkuat pemerintahannya dan menjadi pesan penting bagi para pesaingnya seperti Bani Abbasiyah dan Fatimiyah. Setelah puluhan tahun mengalami kemakmuran, kota dan istananya yang indah itu akibat perang saudara. Berbeda dengan kota-kota Islam tua lainnya seperti Kairo dan Baghdad, kota Medina Az Zahra yang hancur itu tidak pernah dibangun kembali.

“Di kota itu berkembang ilmu matematika, astronomi, kedokteran, kesusasteraan, dan yang paling penting, ilmu filsafat, yang merintis jalan ke zaman kebangkitan kembali Eropa pada abad 15 dan 16. Kota itu dibangun antara tahun 936 dan 940 oleh Kekhlifahan Abdurrahman III, dan menjadi ibukota kerajaan yang disebut Al-Andalus, yang menguasai lebih dari dua pertiga jazirah Iberia,” ungkap pakar arkeologi Alberto Montejo yang dilansir dari laman VOA Indonesia

Ia menambahkan bahwa reruntuhan kota sebenarnya masih utuh, walaupun telah terjadi penjarahan dalam abad pertengahan dan abad modern ini. ” Dilihat dari sudut ilmiah dan arkeologi, semua gaya perkotaan, dan semua dekorasi bangunan masih bisa ditemukan untuk memahami bagaimana sebuah kota kekhalifahan berfungsi dalam abad ke-10,” tambah Montejo. Kota Medina az Zahra dibangun diatas tanah seluas 115 hektar dan hanya 10 persen yang telah digali.

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan:

Artikel Lain

sandal

Memakai Sandal Menurut Islam

Memakai sandal ternyata mempunyai banyak manfaat. Tidak hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sudut agama. Islam sendiri sangat menganjurkan memakai sandal. Bahkan Rasulullah saw